oleh

BERBURU SERIGALA DI MAKASSAR

-Terbaru-Telah Dibaca : 53 Orang

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Setiap kali bertugas ke Makassar ada satu kegemaran menikmati kuliner tradisional di kota ini. Secara berseloroh teman-teman menyebut kegemaran saya ini dengan “berburu SERIGALA”. Jika mendengar istilah ini spontan kendaraan yang kami tumpangi akan segera diarahkan ke suatu jalan tertentu di Kota Makassar.

Memang istilah berburu serigala itu hanya kiasan, bukan kegiatan berburu binatang sebenarnya dihutan. Tetapi berburu satu makanan khas Sulawesi Selatan namanya Pallubasa. Meski banyak rumah makan yang menjajakan panganan ini, tapi yang cukup terkenal, dan pas rasanya di lidah saya hanya satu yang berlokasi di Jl. Serigala.

Bermula dari ajakan seorang teman untuk mencicipi makanan khas ini. Karena menjawab selera maka jadi ketagihan dan tidak pernah saya lewatkan kesempatan untuk makan siang atau makan malam di tempat ini.

Menelusur asal kata pallubasa itu dari kata pallu dan basa yang artinya masak/memasak dan basah/kuah.

Dahulu, konon Pallubasa olahan bagian yang terbaik daging yang khusus disajikan untuk disantap oleh keluarga kerajaan.
Menyisakan jeroan yang dimanfaatkan oleh rakyat jelata atau abdi dalem para pengikut kerajaan. Seperti juga halnya beberapa makanan tradisional dari beberapa daerah lain.

Kini, pembeli Pallubasa dapat memilih isiannya. Ada pilihan daging sapi atau jeroan untuk dihidangkan. Tetapi untuk yang di Jl. Serigala ini kayanya menggunakan daging khusus kepala kerbau, yang dipesan langsung dari pemotong setiap hari. Makanya selalu segar.

Soal porsi, entah sengaja digunakan mangkuk kecil. Sehingga kalau hanya semangkuk katanya tidak “nendang”, mau tidak mau harus nambah, ada yang bisa sampai tiga kali. Sekali pesan dua mangkuk, lalu tambah semangkuk lagi. Ciri khas lain kuahnya juga ditaburi semacam serundeng (kelapa parut yang disangrai) yang gurih dan bagi yang suka diberi “topping” telur ayam mentah. Sungguh makanan sarat dengan zat gizi.

Beraneka ragam bumbu digunakan. Serai, lengkuas, kayu manis, gula merah, cengkih, air asam jawa dan garam.

Di Pemalang Jawa Tengah pun ada makanan yang mirip dengan Pallubasa ini. Disebutnya soto grombyang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed