oleh

KOMUNITAS MENULIS

-Edukasi, Pendidikan-Telah Dibaca : 79 Orang

Ada ungkapan yang mengatakan, “jika dekat dengan tukang minyak wangi, maka akan ikut wangi.” Jika dikaji lebih dalam, maka ungkapan tersebut sangat masuk akal. Meskipun tidak ikut menjual minyak wangi tetapi akan ikut wangi dari minyak wangi tersebut karena hubungan yang dekat. Sama halnya dengan menulis, seseorang akan terbuka jika dekat dengan orang-orang yang suka menulis. Apalagi jika ada komunitas menulis, dapat dipastikan orang tersebut lama kelamaan akan terpengaruh.

Dunia menulis sangat dipengaruhi lingkungan sekitarnya. Selain motivasi diri, komunitas menulis cukup berpengaruh. Penulis sendiri dahulu termasuk orang yang tidak suka menulis. Jangankan menulis artikel, hanya menulis satu alinea saja cukup kesulitan. Perlu waktu lama sambil termenung, menggerakan jemari di kertas, handphone, atau laptop. Otak seakan beku, pikiran seakan terpenjara apa yang akan ditulis. Sampai pada saat itu, seorang teman guru beda kecamatan mengajak penulis untuk ikut acara menulis. Tanpa pikir panjang, penulis ikut bergabung. Sudah ada beberapa rekan guru yang lain hadir. Sementara narasumber dalam kegiatan tersebut adalah ketua komunitas forum guru menulis (Gumeulis). Beliau menyampaikan tips menulis bagi pemula. Selain ketua forum, ada juga narasumber lain yang juga seorang guru lembaga les yang sudah lama menjadi penulis di koran. Tidak hanya koran lokal, koran nasional juga sering diisi oleh tulisannya.

Penulis semakin semakin semangat ketika tiba saatnya praktek menulis. Menurut kedua narasumber, ada beberapa teknik menulis. Pertama, menulis dapat dilakukan berdasarkan masalah. Masalah dapat diangkat untuk dijadikan tulisan. Selain itu perlu ditambah dengan referensi dan data yang mendukung masalah tersebut. Selain itu, dalam tulisan perlu dicarikan gambaran solusi yang ditawarkan. Kedua, menulis juga dapat diangkat dari isu atau kabar hangat yang sedang berkembang. Sebagai contoh, ketika sedang ramai pengahapusan ujian nasional (UN), maka UN tersebut dapat diangkat menjadi sebuah tulisan sesuai sudut pandang penulis.

Kemampuan menulis ini juga dirasakan meningkat manakala masuk dalam komunitas menulis lewat whatsapp seperti yang digagas OmJay. Penulis dapat mengetahui ilmu-ilmu menulis dari para narasumber hebat. Selain itu, tulisan-tulisan keren karya orang lain dapat dibaca dan dinikmati sebagai bahan inspirasi dalam menulis. Grup menulis selalu diikuti dengan baik, minimal dengan menyimak serta memungut ilmu yang berharga.

Sore kemarin, penulis makin bahagia, ketika Bapak Thamrin Dahlan selaku penanggungjawab YPTD, memasukkan ke grup whatsapp menulis buku YPTD. Bukan tanpa alasan, diizinkan masuk grup tersebut merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi penulis. Betapa tidak, anggota di dalamnya merupakan para penulis hebat dari berbagai profesi. Ada beberapa diantaranya merupakan guru atau narasumber menulis dalam pelatihan menulis, seperti OmJay, Ibu Sri Sugiastuti, traveller Bapak Taufik Hidayat atau nama panggilan kerennya Taufik Uieks, Bapak Nurwendo, Bapak Nur Terbit serta penulis hebat lainnya. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti: Dosen, guru, wartawan, dokter, traveller, blogger serta profesional lainnya. Penulis sangat bersyukur bisa bergabung bersama mereka. Ilmu dan pengalaman mereka sangat berarti bagi penulis. Karya yang mereka hasilkan menjadi bukti eksistensi mereka dalam dunia menulis. Mereka sangat peduli dengan dunia literasi Indonesia.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran lingkungan sangat mempengaruhi seseorang. Dalam dunia menulis, komunitas menulis sangat berpengaruh dan membantu penulis. Tukar pendapat, sharing pengalaman, dan kolaborasi sering dilakukan antar anggota dalam komunitas. Sehingga dunia menulis akan terus berjaya, virus literasi akan menyebar, serta penulis akan bangga dengan aktivitas yang dilakukan. Dengan demikian karya menulis akan semakin hadir dan dapat dinikmati oleh setiap orang. Salam literasi, salam perhabatan dan salam sehat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

  1. Terimakasih Pak Resha berbagi ilmu di website YPTD. Memang benar lingkungan membentuk karakter anak manusia. Kita tergabung di komunitas Penulis, khususnya di YPTD untuk saling memberi semangat meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia.
    Lanjutkan menulis
    Salam literasi
    YPTD

News Feed