oleh

SUKA DUKA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

-Cerpen, Edukasi-Telah Dibaca : 253 Orang

Nama : Risa Nur Fadillah

NIM : 21049

Kelas : 1A

Suka Duka Pembelajaran Jarak Jauh

Semenjak diberlakukannya masa darurat Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020 dunia pendidikan terpaksa memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tak terasa, sudah hampir dua tahun kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) dilaksanakan. Meski masih banyak kendala yang dihadapi, satuan pendidikan mulai terbiasa menyelenggarakan BDR. Metode BDR sendiri ada dua, yaitu Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (PJJ Daring) dan PPJ Luar Jaringan (Luring). PJJ Daring secara khusus menggabungkan teknologi elektronik dan teknologi berbasis internet, sementara PJJ Luring dapat dilakukan melalui siaran televisi, radio, modul belajar mandiri, bahan cetak maupun media belajar dari benda di lingkungan sekitar.

Saya ingin menceritakan pengalaman saya sebagai seorang mahasiswi di salah satu akademi keperawatan polri, pasti ada suka dukanya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini. Sebagai mahasiswi  baru salah satu dukanya adalah terkadang  merasa susah menyerap materi yang diberikan oleh dosen karena beberapa faktor, Terkadang juga jaringan wifi tidak bisa diajak kerjasama sehingga menghambat pembelajaran, lalu karena kita berjam-jam di depan leptop mata terasa sangat jenuh dan kelamaan kita duduk membuat badan kita sakit. Akibat PJJ ini saya merasa kurang produktif, mengapa? Karena lebih tergoda untuk bermain gadjet daripada melakukan pekerjaan. Entah mengapa saya jadi suka mengerjakan tugas saat dekat dengan deadline, karena biasanya kalau pembelajaran offline kan enak ya saya bisa berinteraksi dengan teman dan juga mendapatkan motivasi untuk belajar, kalau online seperti ini sulit sekali berinteraksi lewat sosial media. Dan susahnya pembelajaran jarak jauh ini ketika diberi tugas kelompok, pasti ada beberapa orang yang pasif tidak ikut melakukan diskusi. Sedangkan kalau offline enak kita bisa berdiskusi langsung dengan anggota kelompok. Karena bagi saya interaksi langsung itu sangat penting supaya tidak ada kesalahpahaman.Ada Suka nya juga melakukan pembelajaran jarak jauh ini yaitu waktu pembelajaran fleksibel, bisa mengirit ongkos ke kampus, punya banyak waktu dirumah untuk berkumpul dengan keluarga.

Menyemai harapan terus menerus dalam menghadapi pandemi covid-19 merupakan hal yang sangat penting karena harapan akan melahirkan sikap optimisme dan mendorong kita untuk selalu mencari jalan keluar dan adaptif dengan kondisi pandemi. Selain itu, harapan yang kita sandarkan kepada Allah akan mendorong kita untuk meyakini bahwa pada akhirnya pandemi ini akan berakhir. Dan kita bisa hidup seperti dulu lagi dengan lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan dalam diri kita sendiri serta peduli terhadap sesama. Semoga kedepannya  kita bisa belajar secara offline di kampus dan melakukan kegiatan dengan normal lagi. Salam Hidup Sehat!

Komentar

Tinggalkan Balasan