oleh

Menjadi Orang yang Terkenal

Di era digital saat ini, banyak media yang dapat digunakan untuk membangun citra diri dan menjadi orang yang dikenal luas, baik di dunia maya mapupun di dunia nyata. Orang-orang yang memiliki karya yang hebat, tetapi tidak serius dalam melakukan branding terhadap diri mereka, maka pada akhirnya bukan hanya dirinya yang tidak dikenal, karya-karyanya pun tidak akan “hidup” di tengah-tengah masyarakat. Bahkan bisa jadi, hasil karyanya akan diambil dan diakui oleh orang lain. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki karya yang biasa-biasa, namun dikemas dengan branding yang massive, maka lambat laun eksistensi dirinya akan diakui dan karyanya akan berkibar di tengah-tengah masyarakat.

Tidak salah jika kita bercita-cita menjadi orang terkenal. Apalagi yang menjadi dasar dari keterkenalan itu adalah karya dan reputasi. Di tengah era kemajuan informasi saat ini, memang banyak orang yang mendadak terkenal. Biasanya mereka melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan banyak orang dan sifatnya unik. Namun sekali lagi, yang perlu kita ingat adalah dasar atau pijakan dari kepopuleran yang akan kita bangun tersebut adalah karya yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Kerja keras adalah kata kunci dari sebuah kepopuleran. Tidak ada kesuksesan yang instan dan hanya dibangun dalam waktu semalam. Eksis di media sosial adalah salah satu cara agar kita menjadi terkenal, paling tidak di lingkungan terdekat kita terlebih dahulu. Selanjutnya, eksistensi tersebut perlu terus ditumbuhkan dengan hal-hal positif yang berkaitan dengan personal branding yang kita miliki. Kita tidak boleh malu-malu untuk memperkenalkan diri dan karya kita kepada khalayak ramai.

Dalam hal ini, saya termasuk orang yang pada dasarnya adalah pemalu. Seiring perjalanan waktu, pada akhirnya saya berusaha menemukan eksistensi diri saya yang sebenarnya. Melalui beberapa media sosial yang saya miliki, saya berusaha memperkenalkan siapa saya. Di akun facebook yang saya miliki https://www.facebook.com/ropi.yadi/, saya memperkenalkan diri dengan nama Ropiyadi Abi Hilwa seorang Guru di SMA Putra Bangsa Depok dan mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Indra Prasta Jakarta. Saya juga memiliki akun di https://www.kompasiana.com/ropiyadi19360 dengan nama Ropiyadi ALBA dan memiliki tagline “Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat, membaca dan menulis untuk pengembangan potensi diri dan kebaikan ummat manusia”.

Aktifitas saya di dunia maya lumayan terbilang aktif. Hal ini bisa dilihat, jika kita lakukan googling dan mengetik kata ‘Ropiyadi’ maka akan muncul sederet URL yang berhubungan dengan kata tersebut. Sebut saja https://www.kompasiana.com/ropiyadi19360https://terbitkanbukugratis.id/author/ropiyadi-alba/https://ropiyadialba.wordpress.com/kontak/http://smaputrabangsadepok.sch.id/author/ropiyadi/https://retizen.republika.co.id/Ropiyadi-ALBAhttps://www.youtube.com/channel/UCuVHuu6tp-3Xl9e-75bPCuAhttps://ropiyadialba.gurusiana.id/?bima_access_status=not-loggedhttps://www.tokopedia.com/ropiyadihttps://www.instagram.com/ropiyadi2018/, dan https://www.linkedin.com/in/ropiyadi-215314197/.

Untuk menjadi orang yang populer diperlukan juga sebuah keotentikan, baik otentik dalam karya, maupun otentik dalam kepribadian. Kita tidak perlu hidup dalam kepura-puraan dan kepalsuan, demi sebuah kata “pencitraan”.

Sejauh ini, saya bukanlah orang terkenal dan populer. Apalagi dalam dunia informatika, saya termasuk orang yang kurang terampil dalam menggunakan media dan teknologi digital. Saya adalah orang yang baru setahun terakhir ini tertarik dengan dunia tulis menulis, atau yang sekarang populer dengan sebutan “dunia literasi”. Berawal dari sebuah blog Kompasiana, saya mulai menulis. Selanjutnya memperkenalkan saya pada seorang kompasianer, H. Thamrin Dahlan yang memiliki akun di https://www.kompasiana.com/thamrindahlan. Motto menulis beliau yang terkenal adalah Pena Sehat, Pena Kawan, dan Pena Saran. Dari tangan dingin beliau yang mendirikan sebuah yayasan yang bernama Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) dan website https://terbitkanbukugratis.id/, maka lahirlah beberapa judul buku saya, di antaranya :”Mencerdaskan Putra Bangsa di Tengah Badai Pandemi, Mengejar Bayang-Bayang Sejati, Membumikan Nilai-Nilai Dasar Islam, dan Catatan Literasi Seorang pembelajar.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi (Cover design by Ajinatha)

Inilah hal kecil yang baru saya bisa perbuat, bukan menjadi terkenal yang menjadi tujuan utama. Namun membawa manfaat bagi banyak orang yang menjadi cita-cita mulia.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed