oleh

MELAWAN LUPA

-Humaniora-Telah Dibaca : 95 Orang

MELAWAN LUPA

Karya : Siti Marwanah

Beberapa lama tidak memposting tulisan di YPTD membuat saya lupa nama pengguna dan pasword yang akan saya gunakan untuk memasukkan artikel di akun YPTD. Bukan saja lupa akun dan pasword, mungkin juga karena faktor U membuat ingatan saya juga agak lupa cara masuk dan mengirim tulisan.

Mulailah saya membolak balik buku agenda, membuka file, mengamati satu demi satu foto di galeri ponsel berharap apa yang saya cari ada di sana. Namun hasilnya tetap nihil, hingga akhirnya saya teringat bahwa saya pernah menulisnya di kertas. Setelah lumayan lama akhirnya saya temukan juga.

Saya pun mulai membangkitkan memori saya dengan membuka croome, saat mengetik kata terbit, langsung di browser saya muncul terbitkanbukugratis.id. Berlahan namun pasti, satu demi satu ingatan saya mulai kembali walaupun masih agak samar-samar.

Saya coba klik terbitkanbukugratis.id, langsung muncul beranda depan Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan. Rasa lega mulai muncul dalam benak. Satu persatu saya amati tulisan yang ada untuk mencari kata daftar atau masuk. Akhirnya tidak berapa lama saya menemukan kata daftar dan masuk yang berada di pojok kanan atas.

Saya langsung mengklik kata masuk, selanjutnya saya menulis nama pengguna yaitu email yang dulu saya pakai mendaftar serta menulis pasword yang tertera di kertas, langsung klik log masuk. Alhamdulillah bisa login.

Saya pun melanjutkan membuka satu persatu isi dasbor yang ada di pojok kiri atas, untuk membangkitkan ingatan.
“Oh ya, kalau tidak salah saya harus mengirim tulisan lewat POS ini kayaknya,” gumamku dalam hati.
Saat saya klik POS, muncul kata “semua pos” dan “tambah baru”. Saya pun mengarahkan kursor ke “semua pos”, tidak berapa lama muncul deretan puluhan judul artikel yang pernah saya kirim beberapa bulan lalu.

Saya pun kembali mengklik pos dan memilih “tambah baru,” muncul lokasi untuk menulis artikel. Saya mengetik judul tulisan dan buru-buru mencari file di dokumen laptop dengan mengklik artikel yang sudah saya siapkan untuk saya posting di YPTD. Satu demi satu tahapan memposting tulisan muncul dalam ingatan. Alhamdulillah akhirnya artikel terposting juga.

Kebingungan kedua muncul saat hendak membagi link tulisan ke gruf Whatshapp. Saya pun mengamati tulisan yang baru saja saya posting. Ternyata di bagian atas, di bawah judul artikel tertulis kalimat “permalink”, saya klik kanan di laptop, saya pilih copy link address dan langsung saya tempel/paste di gruf wa, dimana saya ingin membagi tulisan tersebut, dan suksessss…
Jadi bertambah lega akhirnya ingat juga tahap demi tahap caraemposting tulisan di YPTD.

Saya sengaja membuat tulisan ini sekedar mengingatkan diri saya dan mengingatkan para pembaca, agar jangan sampai kita menghilangkan kebiasaan bagus yang sudah kita miliki hanya karena merasa belum sempat atau sudah ada blog lain tempatr memposting tulisan yang sudah kita buat.

Pesan saya, selagi ilmu itu kita miliki manfaatkan dengan semaksimal mungkin karena masih banyak orang di luar sana yang ingin sekali bisa mengirim tulisannya di YPTD, tapi karena tidak ada yang membimbing akhirnya sampai hari ini mereka belum bisa memposting tulisan di YPTD. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya pribadi dan insyaallah mulai hari ini akan secara kontinyu membuat artikel dan di posting di YPTD.

Bagi teman-teman yang sudah bisa memposting tulisan di YPTD, tetaplah konsisten untuk memposting tulisan walaupun tidak setiap hari. Minimal dua kali seminggu agar ilmunya bisa tetap melekat di kepala.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin…

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed