oleh

Celoteh Nyakbaye, Gelombang Itu

Belum juga hilang rasa dilambung ombak dengan gelombang yang mengoyang perut dan kepala, maklum awal tahun biasanya gelombang lumayan besar, tapi karena ada silaturahmi yang harus dijaga. Maka sore jumat bersama suami menaiki kapal menuju kota Batam yang menjadi tujuan.

Memakan waktu hampir dua jam, dengan gelombang yang mengocok perut dan membuat kepala berputar padahal bukan baru sekali ini harus ke kota Batam, hanya saja selama pandemic melanda sudah dua tahun tidak menginjakkan kaki di kota satu ini.

Menghadiri undangan alumni menjadi tujuan, dengan agenda malam harinya makan bersama alumni Ika gerbang 87 – 90 bersama guru – guru. Silaturahmi yang digelar rencananya selama 3 hari, seyogyanya dimulai pukul 08 pagi penyambutan peserta dilanjutkan siang hari dengan rapat pembentukan pengurus baru priode kedua dan lanjut malamnya makan bersama seperti yang sudah disebutkan di atas.

Sabtu pagi, pukul 08 pagi sampai ke sore pukul 17 akan mengelilingi kota Batam dengan darmawisata ke beberapa objek menarik di Batam.

Tapi sebelum menikmati acara alumni hari ke dua, mendapatkan berita dari Karimun, orang tua yang sudah dianggap Bapak oleh suami meninggal dunia. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang dengan menaiki kapal paling pagi, tujuan pertama adalah pelabuhan Harbaour Bay karena dekat dengan tempat acara alumni, ternyata kapal paling pagi pukul Sembilan pagi, secepat kita kami memutar arah menuju pelabuhan Sekupang dan Alhamdulillah sampai di pelabuhan Sekupang kami menaiki kapal dengan tergesa – gesa karena kapal sudah mau berangkat.

Menuju Karimun pukul 07.30 wib, berharap masih bisa melihat beliau untuk terakhir kali, sosok yang telah berjasa kepada suami. Pukul 09.05 kapal sampai di Karimun. Dari pelabuhan kami terus menuju rumah duka, bergabung bersama pelayat yang lain mengirimkan doa memohon dilapangkan kuburnya dan diringankan azab kuburnya.

Tak dipedulikan lagi rasa mual selama perjalan kembali ke Karimun, seperti kemaren sore pagi ini gelombang juga masih kuat. Tapi lebih kuat lagi rasa untuk mengantarkannya pada peristirahatan terakhirnya, semoga amal ibadah beliua diterima dan surga menjadi peristirahatan terakhirnya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed