oleh

Awal Derita Ku (part 6)

-Cerpen, Fiksiana-Telah Dibaca : 68 Orang

Pukul sudah menunjukkan angka 11.50 sebentar lagi aku akan menepati janjiku untuk makan siang dengan Indra, sebelum lagi aku berdiri dari kursi tempat dudukku, handphoneku berbunyi, meraihnya dan melihat siapa gerangan yang meneleponku. Ada nama kontak Indra, mungkinkan indra akan membatalkan janji makan siang kami. Kataku di dalam hati, sambil mengeser tombol hijau untuk menerima panggilan dari Indra. Assallamualaikum, aku mendengar suara Indra dari seberang sana belum lagi aku menjawab salamnya aku mendengar suara Indar.” Maaf Cahaya hari ini saya tidak bisa memenuhi janji kita, Ibuku terjatuh dan sudah dibawa kerumah sakit oleh adikku, makanya aku menelepon untuk memberitahu Cahaya sekali lagi Maaf kita tunda dulu makan siang kita. Aku mendengar nada putus dari handphone Indra di seberang sana.

Lemas rasanya badan ini, mungkin Indra bukan jodohku. Tiba – tiba saja fikiran itu datang tanpa aku undang. Cengeng sekali aku, sambil mengeleng – ngelelengkan kepala aku berkata di dalam hati, Ibunya Indra mengalami kecelakan tidak mungkin Indra mengabaikan ibunya.

Menjelang sore sebelum pulang kantor, aku menyempatkan untuk menelopon Indra untuk  menanyakan kabar Ibunya. Nada sambung sudah terdengar, aku mendengar suara helaan napas berat sebelum menjawab salam yang aku ucapkan. “ Walaikum salam.” Maaf menganggu Cahaya hanya ingin bertanya kabar, bagaimana dengan Ibu aku membuka percakapan kami di handphone. Seperti ada helaan napas yang sangat berat di ujung seberang sana. “ Ibu harus dirawat dirumah sakit, Ibu terkena strok ringan aku mendengarkan suara serak Indra di seberang sana. Innalillahi, mudah – mudah Ibu cepat sembuh, Ibu dirawat dimana Indra? Ibu dirawat di Rumah sakit daerah Indra menjelaskan kepadaku. “ Ya sudah kalau begitu, yang kuat ya Indra, kataku sambil menyudahi telephone kami dengan mengucapkan salam.

Ada perasaan yang bercampur aduk di dalam dada ini, antara ingin menjemput jodoh  atau Indra bukan jodohku, perjalan pulang kerumah yang panjang aku terus berkata dengan diri sendiri, akhirnya aku putuskan aku akan menjemput jodohku, semogo Indra orangnya.(bersambung)

***

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed