oleh

Awal Deritaku (part 7)

-Cerpen, Fiksiana-Telah Dibaca : 78 Orang

Ku parkirkan mobilku disalah satu sudut di area pakiran rumah sakit, membuka pintu mobil keluar dan menekan kunci mobil sambil berjalan menuju rumah sakit, di depan rumah sakit aku baru tersadar aku tidak menanyakan kamar Ibu dilantai berapa dan nomor berapa? Betapa bodohnya aku, sambil menimbang – nimbang apakah aku harus menelepon Indra untuk menanyakannya atau tidak. Tiba – tiba aku mendengar sapaan seseorang, Cahaya apakah ini benar cahaya? Aku memalingkan wajahku kearah suara yang menyapaku, laki – laki yang lebih tinggi dariku dengan menatapku dengan wajah tidak percaya. “ Aku Indra katanya dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Aku dengan sedikit malu dan tak percaya mengulurkan tangan dan berkata “ Iya aku Cahaya, sambil menyambut tangan ini. “

“ maaf aku sudah langcang datang menjenguk Ibu tanda menanyakan dulu kepada Indra.” Kataku sekat di tenggorokan. Indra tersenyum manis sambil, berkata “ Aku senang cahaya mau menjenguk Ibu, ayo kita kelantai atas. Ibu di lantai 5 di kamar 515 kata Indra sambil kami berjalan beriringan menuju lift yang akan mengantar kami ke kamar ibu Indra. Karena sekarang lagi saatnya besok suasana rumah sakit ramai, aku dan Indra hanya diam saja selama di dalam lift. Sesekali aku melihat indra melirikku dengan tersenyum dan aku membalas senyum Indra. Lift terbuka di lantai 5 aku dan Indra segera keluar “ kamar ibu disebelah kanan, “ indra memberitahukanku setelah kami keluar dari lift. Aku mengikuti Indra berjalan menuju kamar ibunya, di dalam hati aku terus berkata – kata, apa yang akan aku lakukan di kamar ibu Indra jika beliau menanyakan tentang ku. Apakah aku salah dengan datang kemari, apa pikiran ibu Indara tentangku nanti, perigi mencari timba alangkah malunya aku jika itu yang difikirkan Ibu Indra.

Aku hampir melewati kamar tempat ibu Indra dirawat, aku terkejut ketika mendengar suara Indra, “ Mau kemana, Ini kamar ibu sambil memegang pegangan pintu kamar dan siap membukanya.” Malu aku jadinya, spontan langkahku berhenti dan berkata

“ Apa yang akan aku katakana jika ibu bertanya tentangku?.” Indra tersenyum manis (menurutku senyum Indra manis berkata dalam hati)

“ Hmm katanya saja teman Indra, bereskan.” Katanya dengan santai. Indra mempersilakan aku masuk dengan membuka pintu kamar ibunya. Aku masuk kedalam, ada 2 pasien disana salah satunya pasti Ibu Indra. Aku berdiri didepan pintu masuk menunggu Indra masuk dan menuntunku kepada Ibunya. Sambil menutup pintu Indra berlalu didepanku.

“ Assalamualaikum, Ibu Indra datang belum semua ucapan Indra aku mendengar suara lemah ibu Indra

“ Calon menantu ibu rupanya, mari sini duduk di samping Ibu.” Aku melihat Ibu Indra melambai lemah kearahku. Aku tidak tahu seperti apa wajahku sekarang, aku juga tidak bisa melihat atau sekedar melirik kepada Indra. Aku hanya diam terpaku ditempat aku berdiri sekarang ini, tanpa aku sadari sentuhan tangan Indra ditanganku menuntun aku berjalan menuju samping tempat duduk dimana Ibu Indra memintaku untuk duduk.

Aku melihat Ibu Indra berusaha mengapai tanganku, dengan ragu aku meraih tangan tua itu dan mengenggamnya. Aku melihat rasa lega dari sosok tua yang terbaring lemah.

“ Ibu harap, Ibu  masih sempat melihat kalian duduk bersanding dipelamin.” Kata – kata yang membuatku terkejut dan jenggah. Aku melirik kearah Indra yang memasukkan bawaannya yang tadi masih pegangnya kedalam lemari kecil yang berada disamping tempat tidur Ibunya. Aku hanya tersenyum untuk membahagiakan orang yang sakit, aku hanya mengenggam erat tangan Ibu Indra tidak mengatakan apa – apa. Dalam hati aku berkata maaf bu aku tidak tahu mau mengatakan apa. Indra berjalan menuju di mana tempat aku duduk dan berdiri dibelakang kursiku sambil memegang sandaran kursiku. Aku hanya melihat mata tua yang bahagia melihat kearah anaknya yang berdiri di belakangku saat ini. Tatapa mata ibu yang tidak bisa aku artikan maknanya karena aku tidak berani untuk menoleh kebelakang dimana Indra sekarang berdiri.(bersambung)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed