oleh

Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Luka”

-Fiksiana, KMAB, Puisi-Telah Dibaca : 129 Orang

Ku rangkai kata menyusun madah, berharap kata menembus kalbu

Ku sulam kalimat menjadi penguat rasa, berharap pada dia harapanku

Ku julang harapan, mengharap padanya sia – sia belaka

Tapi semua tinggal dalam hayalan, menuai badai penyebab lukaku

 

Hatiku bukan dari batu, tapi sekeras batu

Jiwaku tak semurni salju, tapi aku jernihkan bagaikan air mengalir

Ragaku tak sekuat baja, tapi semangatku sekuat pilar berdiri kokoh

Tapi semua tinggal dalam kenangan, menuai badai akhirnya aku luka

 

Lelahku berharap, tapi harapanku tak sampai

Asaku merajut duka membelah derita

Tak ku sangka luka karena badai itu tiba

Jiwaku meronta memekik membahana membelah rasa perit tak terkira

 

Lukaku meraja lela, membuatku derita

Lukaku berdarah mengalir menganak sungai di dada

Lukaku tak meninggalkan bekas tapi menyesakkan

Luka menukai badai, harapan tak tercapai

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed