oleh

Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Rumah Beratap Cinta”

-Fiksiana, KMAB, Puisi-Telah Dibaca : 46 Orang

Riuh rendah memekakkan teliga

Aku menjerit untuk menenangkannya

Setiap hari selalu ada canda

Tak luput juga air mata yang menguras derita

Aku dan rumah beratap cinta

 

Tak selalu berlimpah harta

Kadang rasa kekurangan juga datang menerpa

Tapi kami selalu bersyukur kepada-Nya

Aku dan rumah beratap cina

 

Waktu berlalu semua tak lagi sama

Mereka yang dulu kecil sekarang sudah sama tuanya

Tapi kami tetap saling membutuhkan dekapan nyata

Aku dan rumah beratap cinta

 

Karimun, 17.09.2022

Komentar

Tinggalkan Balasan