oleh

Belajar Jadi Pebisnis Muda, Rajin Ikut Pelatihan

Selama 5 jam kami berada di kampus President University. Kami didampingi oleh 2 orang fasilitator sekaligus instruktur yang sangat setia menjawab setiap pertanyaan dari para blogger. Pak Purwanto dari President University dan Pak Hartono dari PT. INAPEN. Beliau berdua sangat ramah, akrab, cerdas serta familiar. Sukses buat bapak berdua.

Kami amat takjub melihat mahasiswa dan mahasiswinya yang sangat antusias belajar di ruangan. Kenapa tidak, hampir semua fasilitas sudah tersedia, layaknya seorang karyawan yang sudah berkantor.

Sepertinya hampir semua ruangan didesign sedemikian rupa, sehingga mahasiswa dan mahasiswinya tidak merasa seperti kuliah tapi seakan-akan mereka berada di kantornya sendiri.

Wah….sangat menyenangkan. Bukan hanya itu saja, mereka juga berpakaian seperti layaknya orang ngantoran. Asyik ya….

Itulah kenangan saya ketika Selasa, 15 Desember 2015, kami para blogger berjumlah 7 orang diundang ke President University, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat untuk diperkenalkan dan diperlihatkan bagaimana situasi belajar di sana.

Suasana pelatihan calon pebisnis di kampus President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi (foto : Siti Rabiah)

Suasana pelatihan calon pebisnis di kampus President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi (foto : Siti Rabiah)

President University adalah sebuah kampus yang mempersiapkan lulusannya untuk terjun langsung ke lapangan setelah mereka lulus nantinya. Di kampus ini, sistim belajarnya memakai metode IBS (Indonesia Business Simulation).

IBS adalah pelatihan simulasi bisnis dengan metode “Learning by Doing”. Mahasiswa dan mahasiswinya praktek langsung dan dibekali pengetahuan yang telah diperoleh dari bangku kuliah. Mereka magang kerja di perusahaan virtual yaitu seperti di dunia kerja nyata.

Di tempat ini para mahasiswanya secara langsung menjalankan sebuah perusahaan dan bagaimana cara menghadapi permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi di lapangan. Juga bagaimana memadukan pengetahuan,  keterampilan, dan kemampuan soft skill mereka. Pengetahuan secara teori saja, itu tidak cukup.

Mahasiswa harus mempunyai integritas. Juga kecerdasan dan kecermatan, yang nantinya mampu membaca data, cepat mengambil keputusan yang tepat, serta gigih memperjuangkan apa yang menjadi tujuannya.

Bukan hanya itu, mereka juga harus berpikir kritis, kreatif dan inovatif serta bersikap proaktif dan kompeten di bidangnya. Mampu berkomunikasi dan membangun kerja sama dengan semua pihak.

Pak Purwanto, salah satu fasilitator sekaligus staf pengajar di President University mengatakan, semua mahasiswa mempelajari segala hal yang berkaitan dengan urusan perusahaan. Misalnya bagaimana karyawan mengurus dokumen BPJS, Depnaker, Asuransi, Pengiriman barang dll.

Mendengarkan penjelasan seputar pelatihan calon pebisnis di kampus President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi (foto : Siti Rabiah)

Mendengarkan penjelasan seputar pelatihan calon pebisnis di kampus President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi (foto : Siti Rabiah)

PRAKTEK LANGSUNG

Kami  dari komunitas blogger, kemudian diajak untuk masuk ke ruangan simulasi, di lantai 4. Di sini kita bisa melihat mereka praktek langsung, bagaimana lihainya mereka bernegoisasi, bagaimana mencari customer bahkan mereka sibuk menghitung tentang untung dan ruginya jika bekerja  dengan instansi lain. Wah…sangat mengagumkan.

Melihat situasi belajar seperti ini, saya langsung bertanya, apakah mereka ini benar masih berstatus mahasiswa? Terus terang saya nyaris tidak percaya kalau mereka ini mahasiswa.

Pertanyaaan saya langsung dijawab oleh pak Hartono, “Iya bu. Mereka ini masih mahasiswa”. Saya merasa perlu bertanya seperti ini karena setelah melihat situasi belajar mereka, wah sangat hebat seperti pebisnis banget.

Seperti layaknya orang yang sudah berpengalaman. Mereka sudah dididik untuk menyeimbangkan antara hard skill dan kemampuan soft skill.

Pelatihan ini sendiri sudah merupakan angkatan kedua. Angkatan pertama sudah selesai dan sukses. “Skenario semua berasal dari sini di Cikarang ini. Dan kami sudah bekerja sama dengan PT. IFA VIRTUAL,” kata Pak Hartono.

Kami  juga melakukan tanya jawab langsung dengan Pak Purwanto dan pak Hartono, beliau berdua kemudian saling bergantian menjelaskan.  Kata Pak Hartono, mereka ini jurusan bisnis. Sekarang ini sudah menjalani perkuliahan semester 6. Dalam peraktek langsung ini, setiap 6 hari  mereka melaporkan semua kegiatan kepada fasilitator seperti layaknya laporan sebuah perusahaan yang sebenarnya.

Kriteria kelulusan pun  ada standar minimalnya. Ada kemungkinan juga bisa mengulang jika ada yang tidak lulus. Tantangan umum dalam praktek langsung ini yaitu: hari pertama dan kedua karena masih belum tahu, mereka belum kenal, jadi masih bingung, masih belajar dan masih kaku.

Hari ketiga kegiatannya sudah mulai lancar. “Ya di hari ketiga mereka semua sudah mulai smart, sudah mulai santai,” kata Pak Purwanto.

Nah sekarang hari ke sepuluh mereka sudah menguasai. Sabtu dan Minggu tetap masuk. Seperti jam kerja biasa. “Jika ada masalah, atau ada yang tidak tercapai, itu kan ada konsekuensinya,” kata Pak Purwanto sambil tersenyum.

Seorang peserta pelatihan calon pebisnis sedang memaparkan dalam bahasa Inggeris mengenai kinerja usahanya di depan fasilitator di kampus President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi (foto : Siti Rabiah)

Seorang peserta pelatihan calon pebisnis berperan sebagai CEO, sedang memaparkan dalam bahasa Inggeris mengenai kinerja usahanya di depan fasilitator di kampus President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi (foto : Siti Rabiah)

5 SIKLUS

Bagaimana dengan kegiatan awal pada praktek langsung ini pak? Jawab beliau, kegiatan awal harus melalui training minimal 5 posisi atau jabatan yang harus mereka kuasai. Yaitu bagaimana menjadi seorang:

1. CEO (Chief Executive Officer = Direktur Utama).
2. HRD (Human Resouces Development = Administrasi).
3. Ecounting (Keuangan).
4. Purchasing (Pengadaan).
5. Sales Marketing (Bagian Pemasaran).

Dari kegiatan 5 siklus ini akan dirolling posisinya, biar semua mahasiswa di dalam kelas kebagian semua. “Hanya saja terkadang ada kendalanya, maklum mereka ini kan baru,” kata Pak Hartono.

Mereka baru awal mengetahui perangkat lunak atau software-nya, belum masuk ke dunia kerja. Meski demikian lambat laun diharapkan akan mulai terbiasa karena setiap saat mereka ini maju ke depan kelas untuk prosentase. Ada jurnal harian yang mereka harus lewati.

Bahasa pengantarnya semuanya berbahasa Inggris. Akhirnya mereka menguasai, baik memasarkan, menjual dan menghitung untung-ruginya, dan semua memakai perangkat lunak.

Pola pengawasan dalam kelas, sehari ada 2 orang fasilitator. Kelas Sales dan Marketing ini dimulai dari pukul 15.00 WIb dan sangat banyak manfaatnya. Mahasiswanya bisa sampai 30 orang per angkatan, itu sudah ideal.

Dan jangan lupa, mereka ini sudah dipersiapkan untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) tahun 2016 yang akan datang. Wah….hebat, sukses untuk President University, sukses untuk PT. INAPEN.

Inilah reportase kami selama 5 jam berada di Cikarang. Nah…..jika ingin jadi pebisnis yang handal, cepat daftarkan diri anda di President University. Atau hubungi PT. INAPEN di www.inapen.ac.id. Tapi yang perlu diingat, jangan tanya saya berapa biayanya ya…hehehe.

Terima kasih, Salam

Bunda Sitti Rabiah

Tulisan ini pernah dimuat di blog Bugurusiti.com dengan judul Melihat Dari Dekat Pelatihan Calon Pebisnis

Tentang Penulis: Sitti Rabiah

Ibu 2 Anak dan Nenek 2 Cucu. Pendidikan S2 Magister Administrasi Pendidikan, Dosen S1 PAUD, Kepala Sekolah TK/KB, Guru Sertifikasi, Penyuluh & Pembimbing Kurikulum, Blogger, Penulis di blog dan Kompasiana, Terbitkan Buku Gratis. Sedang menyiapkan buku "Guru TK Ngeblog".

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed