oleh

Cita  Sastra  Lagu  Guruh  Sukarno Putra

Cita  Sastra  Lagu  Guruh  Sukarno Putra

Seniman, atau  penulis  lagu  yang  senantiasa  akrab  menggunakan  Bahasa  Sanskrit  atau  Bahasa  Puitis  yang  indah, di  Idonesia, salah  satunya  adalah  putra  bungsu  Presiden  Pertama  RI, yaitu  Guruh  Sukarno  Putra.Sejak  remaja  saya  nge fans  dengan  lagu  Mas  Guruh, karena  bahasanya  yang  Puitis, indah  syahdu.

Bersama  Mas  Guruh  di saat  Ultah
Bersama Mas Guruh di saat Ultah

 

Selain  itu lagunya  yang  bernada  lincah juga  enak  untuk  di tarikan. Tilik  saja  lagu  Cinta, Jalan  Sore, Juwita, Ali  Topan  Anak  Jalanan, Lenggang  Puspita, Gilang  Indonesia  Gemilang,Cinta  membara, Cita  Indonesia  dan  masih  banyak  lagi.

Lagu-lagu  ini  biasanya  di tarikan  dalam Pentas  “  Swara  Mahardika “  dengan  tarian  yang  megah  meriah, yang  sudah Go  Internasional  dan  menjadi  kebanggaan  Indonesia.

Dari  lagu-lagu  tersebut,seseorang   banyak belajar  kata  Sastra, yang  bisa  dikembangkan  untuk  jadi  Puisi. Dalam  artikel  ini  saya  menyajikan  3  lagu  karangan  Mas  Guruh, diantara  puluhan  lagu  yang  lain. Mari  kita  simak, lagu  yang  pertama  ini  pernah  dinyanyikan  oleh  Grace  Simon  dalam Lomba  Cipta  lagu  se  Asia. Yaitu  lagu

 

Renjana   (  yang  artinya  gairah )

Syair  Lagu  Guruh  Sukarno  Putra

Di malam hening

Tertegun kumerenung

Menanti fajar

Tak kunjung datang

Sukmaku bergetar

Digenggam halimun dingin

Terkungkung langit nan kelam

Meremang cahya rawan

Seakan seakan

Menyongsong siang

Hatiku merintih

Ditindih derita beku

Merana berkawan sunyi

Tetesan embun mengusik mimpi

Kuterjaga

Kumeronta

Kutinggalkan mimpi hampa

Angin kembara

Menebar wangi bunga

Menepis mendung

Mengusap embun

Hasratku menderu

Menuju dataran hijau

Tempat bersemi hayatku

 

Dengan  melihat  setiap  bait  yang  ditulis  tentu  tak  bisa  dipungkiri  bahwa  kata  kata  sarat  makna  yang  ditulis  Mas  Guruh  dengan  amat  elok  memberi  nuansa  tersendiri  dalam  kalbu  kita, apalagi  kalau  lagu  itu  dinyanyaikan. Nah  kini  mari  kita  simak lagu  yang  ke 2  Smaradhahana  yang  artinya :  Cinta

 

Smaradhana

By  :  Guruh Sukarnoputra

Ratih dewi
Citra khayalku prana
Dalam hidupku
Yang haus akan asmara
Hmm nikmatnya bercinta

Andika dewa
Sirna duli sang asmara
Merasuk sukma
Menyita heningnya cipta (Cipta)
Oh resahku jadinya

Prahara nestapa
Seakan tak kuasa
Membendung asmara
Insan sedang bercinta

Gelora asmara
Di samudera cita
Melenakan daku
Dibuai cinta

Andika dewa
Sirna duli sang asmara
Merasuk sukma
Menyita…

 

Nah  dalam  lagu  yang  ke duapun  sarat  akan  kata  sankrit  yang  menambah  perbedaharaan  pengetahuan  kosa  kata  kita, yang  tentu  indah yang  terpateri  dalam  langgam  Puitis.

 

Melati Suci

Guruh Sukarnoputra

Putih, putih melati
Mekar di taman sari
Semerbak wangi penjuru bumi

Seri, seri melati
Bersemi anggun asri
Kucipta dalam gubahan hati

Tajuk bak permata
Siratan bintang kejora
Kan ku persembahkan
Bagimu pahlawan bangsa
Putiknya persona
Rama-rama ‘neka warna
Kan ku persembahkan
Bagi pandu Indonesia

Suci, suci melati
Suntingan ‘bu Pertiwi
Lambang nan luhur budi pekerti

Tajuk bak permata
Siratan bintang kejora
Kan ku persembahkan
Bagimu pahlawan…

 

Lagu  ini  dipersembahkan  khusus  kepada  bundanya , Ibu  Fatmawati, yang  tidak  hanya  dikenal  sebagai  Penjahit bendera  Pusaka  saja  namun, seorang  wanita  yang  gigih, mendampingi Sang  Suami, dimasa  yang  amat  sulit, sebagai  Ibu  Negara  Pertama.

Perempuan  bersahaja  yang cantic, santun, taat  beragama, dan  ramah, yang  dilahirkan  di  Bengkulu. Bu  fatma  pantas  dilambangkan  sebagai  Melati  Suci  yang  harum  semerbak  mengharumkan  nama  Indonesia. Sederhana, mungil, namun  wanginya  lembut  tak  tertandingi.

Bu  Fatmawati  yang  melahirkan  Putra  Puteri  yang  mengabdi  negeri  ini, dalam  politik  dan  dunia  Seni. Kiranya  dengan  kehadiran  Putra  bungsunya, Guruh  Sukarno  Putra, kita  boleh  berbangga, Seninya  sampai  mendunia  mengharumkan  nama  Indonesia.  Meskipun  di  Jaman  ORBA, banyak  karya  yang  sudah  dipersiapkan  dengan  modal  sendiri, di cekal  tidak  boleh  di pentaskan.  Toh  Mas  Guruh  selalu  punya  nyali  utuk  berkreasi. Terima  kasih  untuk  segala  sumbang sih yang  telah  menelorkan  banyak  lagu  yang  benar –benar berkata  seni  nan  indah.  ****

 

Oleh  Sr  Maria  Monika  Puji  Ekowati SND

Artikel  ke :  8 YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed