oleh

Ikhlas tak Bertepi ala Abah Dede

-YPTD-Telah Dibaca : 66 Orang

 

 

 

 

Alhamdulillah Senin malam, 22 Februari 2021 terasa mengesankankan. Pertemuan ke-22 kelas menulis yang digawangi oleh Blogger Indonesia, kesayangan dan kebanggan kita siapa lagi kalau bukan Om Jay.

 

Om Wijaya Kesuma yang lebih populer disapa Om Jay 7 di kalangan blogger, seperti biasa membuka kelas dan mempersilakan moderator juga narasumber untuk memasuki kelas.

 

 

Tak pernah absen, Kak Aam yang selalu geulis menjadi moderator, kali ini tak kalah dahsyatnya menghadirkan narasumber inspiratif Abah Dede Suryana. Seorang guru honorer yang telah mendedikasikan diri untuk anak negeri mengabdi selama 34 tahun.

 

Masya Allah, inspiratif banget. Om Jay dan tim memang selalu menyajikan materi yang penuh inspirasi. Tema yang diusung “Motivasi Berprestasi”

 

Sahabat literasi yang masih honorer, tak perlu kecil hati. Menjadi honorer selama lebih dari 16 tahun rupanya, belum ada apa-apanya dibanding Abah Dede yang begitu sepenuh hati mendedikasikan diri menginspirasi dengan gunungan prestasi.

Semangat berprestasi membumbung tinggi yang tiada tara dalam mengabdikan diri menjadi guru tanpa berfikir dengan status honorer ataupun ASN. Semua pasti sepakat, merasakan tulusnya pengabdian beliau.

 

Motivasi inspirasi dalam berprestasi yang disampaikan beliau antara lain;

 

– Abah Dede mencintai profesi ini sepenuh hati terlepas plus dan minus menjadi seorang guru honorer selama bertahun- tahun

– Profesi guru adalah profesi yang mulia. Apapun profesi yang sekarang tanpa kehadiran seorang guru mustahil akan terjadi, karena itu bapak dan ibu guru hebat harus bangga dengan profesi saat ini, bersyukur sudah menjadi guru, baik yang Honorer ataupun sudah ASN. Mari syukuri, nikmati dan jadilah guru sebagai pelayan buat peserta didik kita karena guru adalah fasilitator bagi siswa,” pesan beliau

 

– Seringkali, kita hidup dipertemukan dengan pertemuan yang misterius, setelah orang lain mengakui kemampuan dan keunggulan diri kita maka akan menjadi pemicu semangat kita

 

– Abah selalu mencatat apa yg harus dikerjakan dan kerjakan yg sudah dicatat. Artinya kalau ada tugas kerjakan, kalau ada ide tuliskan, pasti akan timbul permasalahan dan kesulitan. Untuk mencari solusi yang pertama dilakukan adalah bertanya, karena ada istilah, *ciri orang yang berfikir adalah bertanya*

 

– Pengalaman Abah mengajar di SD, SMP, SMA dan juga mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Belum lama juga menjadi narasumber dalam program bimtek GPK yang diadakan oleh Kemendikbud.

 

– Guru zaman now adalah guru yang harus nyaman di dalam zona ketidak nyamanan dan guru pembelajar

 

– Pertemuan misterius terjadi bukan karena Abah Dede hebat, dan bukan pula hasil kerja keras Abah, semua Allah Subhanahu Wa Ta’alla lah yg memudahkan dan melancarkan semua aktivitas

 

– Peserta didik berkebutuhan khusus/ ABK adalah guru bagi Abah Dede, karena ada diposisi ini, karena belajar dari mereka dan mereka nanti yang akan menuntun kita ke surga Allah Subhanahu Wa Ta’alla

 

– Perubahan itu akan terus ada, tinggal kita yang harus siap dan mau berubah ke arah yang lebih baik atau tidak. Seperti yang Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam sabdakan bahwa kalau hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi

 

– Nikmati proses dan menjalankan tugas sebaik mungkin karena semua nanti akan ada Allah yang akan mengatur status PNS ataupun honorer. Semua Allah yang akan menggerakkan.

 

– Prestasi yang sangat dibanggakan saat bertemu alumni yang sudah berhasil dan mengatakan benar apa yang bapak katakan dulu bapak mengatakan begitu dan saya kadang mengacuhkannya, tetapi setelah saya dewasa benar apa yg bapak katakan dan saya melakukannya

 

– Untuk prestasi yang diraih disyukuri karena itu semua adalah kemudahan dan bonus dari Allah.

 

– Dalam menjalani perjalanan liku liku hidup dalam bekerja di dunia pendidikan, selalu mencoba untuk tetap fokus pada pekerjaan. Intinya harus bisa membagi waktu, ada “istilah fardhu tersambung sunat terbawa”.

 

– Kerjakan yang harus kita kerjakan hari ini, nanti akan dipertemukan yg misterius yg akan memicu sirkuit yg lebih hebat lagi.

 

– Yang membuat Abah Dede bisa bertahan menjadi guru karena tuntutan hati saat bercita-cita menjadi guru, walaupun pada awalnya menjadi guru belum berijazah sarjana tetapi tetap bersemangat mengajar dan mampu merampungkan S 1 dan S 2.

 

– Cara untuk menaklukkan tantangan kemajuan teknologi dalam memfokuskan siswa belajar adalah:

 

a. Menjalin kolaborasi dengan orangtua libatkan orangtua untuk mengawasi putra putrinya terkait pengguna hp.dan teknologi

 

b. Minimal 1x dalan satu Minggu ada refleksi untuk mengetahui progres setelah bapak memberikan PR buat ortunya

 

c. Jalin hubungan emosional baik dengan orangtua atau pun siswa sehingga nantinya orangtua dan siswa bisa saling mengerti dan akan bijak untuk menggunakan sarana teknologi ini.

 

d. Jangan pernah menghentikan/ melarang anak untuk mengekplor kemampuan dalam teknologi tapi batasi dan berikan tanggungjawab, sekarang ada istilah PPK (Profil Pelajar Pancasila) yg menitik beratkan kepada karakter “Cerdas Berkarakter”

 

– Kerjakan apa yang dikerjakan, yaitu memberikan layanan kepada peserta didik, jika diberi tugas tambahan oleh kepala sekolah, terima dan kerjakan. Jika ada kendala jangan segan untuk bertanya dan mencari solusinya. Apapun yang ditugaskan diterima. Tentu akan erjadi pembelajaran, menambah tugas berarti menambah ilmu, lelahnya itu akan menjadi lillah dan ibadah.

 

– Abah Dede bekerja Abah tidak didasari untuk lomba, dan untuk mencari prestasi, itu tadi Allah mempertemukan dengan takdir yg misterius sehingga ada saja yg mengajak supaya mengikuti event

Pada intinya nanti dengan sendirinya kalau orang lain sudah mengetahui potensi diri kita maka kita mulai bermain di sircuit.

 

– Tidak ada yang tidak mungkin, banyak teman Abah Dede guru muda berprestasi baik nasional ataupun internasional. Pada intinya tekuni apa yg didapat hari ini lanjutkan dan fokus keahlian yang dipunyai.

Jadilah orang Gila karena orang gila itu berbeda dengan yg lain. Harus jadi orang gila dalam kompetensi yg dimiliki . Kolaborasi sinergi akan menjadikan sesuatu yg dapat diperhitungkan

 

Di akhir pertemuan Abad Dede memberikan clossing statement yakni :

“Jangan pernah lelah belajar dan mencari ilmu karena akan lebih lelah dan tersiksa apabila dikemudian hari kita tidak memiliki ilmu. Jangan pernah memaksa karena mereka akan melawan,dan jangan pernah mengancam, karena mereka akan melawan, lantas apa yg harus kita berikan kepada siswa kita, sederhana jawabannya, berikan mereka Cinta niscaya mereka akan memberikan segalanya. Cintai profesi kita, insya Allah nanti akan datang takqir baik yg misterius. Yukk..kita saling berkolaborasi untuk mencapai suatu prestasi, saling mendoakan siapa tahu ada salah satu doa yg Allah kabulkan untuk kita semua”

membuka kelas dan mempersilakan moderator dan narasumber untuk memasuki kelas. Dengan dimoderatori oleh Kak Aam geulis dan menghadirkan narasumber inspiratif Abah Dede Suryana yang luar biasa hebat. Abah Dede adalah seorang honorer yang telah mengabdi selama 34 tahun.Masya Allah hebat dan menginspirasi. Tema yang diangkat malam ini adalah “Motivasi Berprestasi”

 

Saya juga menjadi honorer hampir 16 tahun lebih belum ada apa-apanya dibanding Abah Dede yang begitu menginspirasi dengan segudang prestasi dengan semangat membara yang tiada tara dalam mengabdikan diri menjadi guru tanpa berfikir dengan status honorer ataupun ASN. Begitu tulus pengabdian beliau.

 

Berikut motivasi inspirasi dalam berprestasi yang disampaikan beliau yakni :

 

– Abah Dede mencintai profesi ini sepenuh hati terlepas plus dan minus menjadi seorang guru honorer selama 34 tahun.

 

– Profesi guru adalah profesi yang mulia. Apapun profesi yg sekarang tanpa kehadiran seorang guru tidak akan terjadi jadi bapak dan ibu guru hebat harus bangga dengan profesi saat ini, bersyukur sudah menjadi guru, baik yg Honorer ataupun yg sudah ASN, syukuri, nikmati dan jadilah guru sebagai pelayan buat peserta didik kita karena guru adalah fasilitator bagi siswa.

 

– Dalam hidup kita akan dipertemukan dengan pertemuan yg misterius, setelah orang lain mengakui kemampuan dan keunggulan diri kita maka akan memicu sikuit yang luar biasa.

 

– Abah selalu mencatat apa yg harus dikerjakan dan kerjakan yg sudah dicatat. Artinya kalau ada tugas kerjakan, kalau ada ide tuliskan, pasti akan timbul permasalahan dan kesulitan. Untuk mencari solusi yang pertama dilakukan adalah bertanya, karena ada istilah, ciri orang yang berfikir adalah bertanya.

 

– Pengalaman Abah mengajar di SD, SMP, SMA dan juga mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Belum lama juga menjadi narasumber dalam program bimtek GPK yang diadakan oleh Kemendikbud

 

– Guru zaman now adalah guru yang harus nyaman di dalam zona ketidak nyamanan

 

– Nikmati proses dan menjalankan tugas sebaik mungkin karena semua nanti akan ada Allah yang akan mengatur status PNS ataupun honorer. Semua Allah yang akan menggerakkan.

 

– Prestasi yang sangat dibanggakan saat bertemu alumni yang sudah berhasil dan mengatakan benar apa yang bapak katakan dulu bapak mengatakan begitu dan saya kadang mengacuhkannya, tetapi setelah saya dewasa benar apa yg bapak katakan dan saya melakukannya

 

– Untuk prestasi yang diraih disyukuri karena itu semua adalah kemudahan dan bonus dari Allah.

 

– Dalam menjalani perjalanan liku liku hidup dalam bekerja di dunia pendidikan, selalu mencoba untuk tetap fokus pada pekerjaan. Intinya harus bisa membagi waktu, ada “istilah fardhu tersambung sunat terbawa”.

 

– Kerjakan yang harus kita kerjakan hari ini, nanti akan dipertemukan yg misterius yg akan memicu sirkuit yg lebih hebat lagi.

 

– Yang membuat Abah Dede bisa bertahan menjadi guru karena tuntutan hati saat bercita-cita menjadi guru, walaupun pada awalnya menjadi guru belum berijazah sarjana tetapi tetap bersemangat mengajar dan mampu merampungkan S 1 dan S 2.

 

– Cara untuk menklukkan tantangan kemajuan teknologi dalam memfokuskan siswa belajar adalah:

 

a. Menjalin kolaborasi dengan orangtua libatkan orangtua untuk mengawasi putra putrinya terkait pengguna hp.dan teknologi

 

b. Minimal 1x dalan satu Minggu ada refleksi untuk mengetahui progres setelah bapak memberikan PR buat orangtuanya

 

c. Jalin hubungan emosional baik dengan orangtua atau pun siswa sehingga nantinya orangtua dan siswa bisa saling mengerti dan akan bijak untuk menggunakan sarana teknologi ini.

 

d. Jangan pernah menghentikan/ melarang anak untuk mengekplor kemampuan dalam teknologi tapi batasi dan berikan tanggungjawab, sekarang ada istilah PPK (Profil Pelajar Pancasila) yg menitik beratkan kepada karakter “Cerdas Berkarakter”

 

– Kerjakan apa yang dikerjakan, yaitu memberikan layanan kepada peserta didik, jika diberi tugas tambahan oleh kepala sekolah, terima dan kerjakan. Jika ada kendala jangan segan untuk bertanya dan menacri solusinya. Apapun yang ditugaskan diterima. Tentu akan erjadi pembelajaran, menambah tugas berarti menambah ilmu, lelahnya itu akan menjadi lillah dan ibadah.

 

– Abah Dede bekerja Abah tidak didasari untuk lomba, dan untuk mencari prestasi, itu tadi Allah mempertemukan dengan takdir yg misterius sehingga ada saja yg mengajak supaya mengikuti event

Pada intinya nanti dengan sendirinya kalau orang lain sudah mengetahui potensi diri kita maka kita mulai bermain di sircuit.

 

– Tidak ada yang tidak mungkin, banyak teman Abah Dede guru muda berprestasi baik nasional ataupun internasional. Pada intinya tekuni apa yg didapat hari ini lanjutkan dan fokus keahlian yang dipunyai.

Jadilah orang Gila karena orang gila itu berbeda dengan yg lain. Harus jadi orang gila dalam kompetensi yg dimiliki . Kolaborasi sinergi akan menjadikan sesuatu yg dapat diperhitungkan.

 

Di akhir pertemuan Abad Dede memberikan clossing statement yakni :

“Jangan pernah lelah belajar dan mencari ilmu karena akan lebih lelah dan tersiksa apabila dikemudian hari kita tidak memiliki ilmu. Jangan pernah memaksa karena mereka akan melawan,dan jangan pernah mengancam, karena mereka akan melawan, lantas apa yang harus kita berikan kepada siswa kita, sederhana jawabannya, berikan mereka Cinta niscaya mereka akan memberikan segalanya. Cintai profesi kita, insya Allah nanti akan datang takdir baik yg misterius. Mari kita saling berkolaborasi untuk mencapai suatu prestasi, saling mendoakan siapa tahu ada salah satu doa yg Allah kabulkan untuk kita semua”

Fastabiqul khairat

 

 

Tentang Penulis: SRI SAKTIANI

SRI SAKTIANI
Pemerhati, praktisi, konsultan pendidikan. Penggerak Batita Suka Baca, Penggagas Menulis Sejak BATITA (2004), Pendiri YAYASAN PERMATAHATI IBU(2004), PAUD GRATIS untuk yatimpiatu yang fakir miskin, dhuafa. Mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Modern SAKTI permatahati IBU ( 2010 diresmikan Kakankemenag sebagai MI pertama dan satu-satunya di Kecamatan Kota Kabupaten Tulungagung). Alhamdulillah sesudah gabung kelas menulis Media Guru Indonesia, terinspirasi mendirikan CV SAKTI PERMATA HATI IBU dengan harapan santri, sahabat guru, serta walisantri tertolong dan yakin punya buku ber ISBN itu bisa dalam waktu singkat. Bersyukur produktif menulis diawali buku buku antologi dan berlanjut buku tunggal, antara lain; Cara SAKTI Jadi Pengusaha, Berani Kaya Sejak Balita, Indonesia Bangkit dengan Entrepreneurkids. Beberapa judul telah cetak ulang, antara lain; Komik SAKTI, CARA SAKTI HOBI NULIS dan permatahati IBU. Motivator Entrepreneur Kids, Coach Wirausaha, bertekad produktif kaya karya, berharap kebarakahan usia mewariskan ilmu menulis buku, smoga Allah ridhai Aamiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

  1. Ikhlas seperti Abah Dede belum tentu semua orang punya kadang malu saya sebagai ASN semoga dari gambaran keikhlasan seorang Abah bisa mengguggah hati kita semua untuk berkarya matursuwun Omjay

News Feed