oleh

Muhasabah

-Terbaru-Telah Dibaca : 26 Orang

Gigih mendapatkan kesempurnaan seringkali justru membuat hati gelisah.

 

Sebaiknya terima kekurangan diri, dan lengkapi dengan mensyukuri kelebihan yang kita miliki.

 

Sering kita lalai, dan lupa berlebihan saat mendapat kesempurnaan.

 

Seringkali kita terobsesi dengan kesempurnaan.

 

Sesungguhnya ketidaksempurnaan adalah guru sekaligus sahabat yang baik.

 

Justru dengan ketidaksempurnaan bisa menumbuhkan kesadaran bahwa kita membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.

 

 

Tentang Penulis: SRI SAKTIANI

SRI SAKTIANI
Pemerhati, praktisi, konsultan pendidikan. Penggerak Batita Suka Baca, Penggagas Menulis Sejak BATITA (2004), Pendiri YAYASAN PERMATAHATI IBU(2004), PAUD GRATIS untuk yatimpiatu yang fakir miskin, dhuafa. Mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Modern SAKTI permatahati IBU ( 2010 diresmikan Kakankemenag sebagai MI pertama dan satu-satunya di Kecamatan Kota Kabupaten Tulungagung). Alhamdulillah sesudah gabung kelas menulis Media Guru Indonesia, terinspirasi mendirikan CV SAKTI PERMATA HATI IBU dengan harapan santri, sahabat guru, serta walisantri tertolong dan yakin punya buku ber ISBN itu bisa dalam waktu singkat. Bersyukur produktif menulis diawali buku buku antologi dan berlanjut buku tunggal, antara lain; Cara SAKTI Jadi Pengusaha, Berani Kaya Sejak Balita, Indonesia Bangkit dengan Entrepreneurkids. Beberapa judul telah cetak ulang, antara lain; Komik SAKTI, CARA SAKTI HOBI NULIS dan permatahati IBU. Motivator Entrepreneur Kids, Coach Wirausaha, bertekad produktif kaya karya, berharap kebarakahan usia mewariskan ilmu menulis buku, smoga Allah ridhai Aamiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed