oleh

Karakter Kesantunan Melalui Puisi Darik, Bisakah?

-Fiksiana, Puisi-Telah Dibaca : 44 Orang

Karakter kesantunan merupakan salah satu nilai yang juga harus mendapat perhatian. Dewasa ini, penanaman karakter kesantunan sepertinya kurang ada gaungnya. Padahal sejatinya karakter ini juga tidak kalah penting dengan yang lain seperti halnya kepatuhan. Terlebih di zaman sekarang ini. Tanpa bekal karakter kesantunan, ada kekhawatiran terhadap perubahan cara bersikap dan bertutur generasi.

Terlebih di era dominasi media sosial sekarang ini. Membutuhkan kehati-hatian dalam memanfaatkannya. Jika tidak, bisa saja mengakibatkan gesekan-gesekan. Gesekan kecil yang bisa saja mengakibatkan timbulnya perpecahan. Tidak salah jika perlu lebih menggaungkan lagi karakter kesantunan ini.

Makna Karakter Kesantunan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kesantunan termasuk kelas kata nomina yang disimbolkan dengan huruf n. Kesantunan dalam KBBI berarti perihal santun. Santun itu sendiri bermakna halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya). Selain itu santun juga diartikan sebagai sabar dan tenang serta sopan.

Dari pengertian tersebut karakter ini erat kaitannya dengan bersikap dan berbahasa. Penanaman karakter kesantunan sikap akan melahirkan generasi yang pandai membawa diri. Selain itu juga bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Selanjutnya akan menumbuhkan sikap menghormati yang lainnya. Dari nilai ini akan berkembang menjadi toleransi terhadap sesama.

Sementara itu, karakter kesantunan berbahasa akan mendorong lahirnya generasi yang memahami cara menyampaikan sesuatu secara tepat. Cara tersebut bisa melalui media lisan maupun tulisan. Melalui media lisan, generasi berkarakter santun akan memiliki kemampuan memilih kata dan gaya bahasa lisan yang tepat saat berkomunikasi. Sedangkan melalui media tulisan, generasi berkarakter santun akan lebih bijak dalam pemilihan kata dan juga bisa menyesuaikan gaya penulisan agar tepat sasaran. Sejatinya karakter ini menjadi dasar bagi tumbuhnya sikap bijak dalam lisan maupun tulisan. Di sisi lain, karakter ini masih belum terlalu menjadi fokus dalam mengembangkan karakter anak.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika orang tua memberikan contoh tentang kesantunan. Demikian juga halnya dengan guru di sekolah. Upaya menumbuhkan karakter kesantunan pada siswa bisa melalui keteladanan maupun pembiasaan. Keteladanan dan pembiasaan yang dilakukan pihak orang tua dan sekolah akan mendorong peserta didik bersikap santun di lingkungan keluarga dan sekolah. Tidak terkecuali lingkungan masyarakat sebagai salah satu bagian tri pusat pendidikan. Masyarakat juga turut bertanggung jawab dalam menumbuhkembangkan nilai ini.

Nilai Karakter Kesantunan Pada Anak

Pada anak usia dini, mengajaknya melakukan hal-hal sederhana bisa menjadi alternatif. Contohnya yaitu, dengan mengingatkan apabila anak berlaku atau berbahasa kurang santun. Melalui aktivitas sehari-hari tersebut orang tua bisa sekaligus menanamkan dan memberikan penguatan tentang arti penting karakter kesantunan. Selain itu, pemahaman tentang kesantunan bisa melalui media kreatif yang menarik. Contohnya, yaitu orang tua bisa mengenalkan karakter ini melalui buku cerita anak. Tentunya buku cerita anak yang memuat tentang karakter kesantunan.

Selain orang tua, guru di sekolah juga memiliki peranan penting. Guru yang kreatif juga bisa mencoba mengenalkannya lewat media tulisan. Contohnya adalah buku pengayaan fiksi, baik itu cerita anak maupun puisi. Memanfaatkan media yang relevan ini bisa pada saat proses pembelajaran berlangsung di sekolah. Bisa juga dilakukan di luar proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk menumbuhkannya guru bisa melalui keteladanan maupun pembiasaan. Selain itu juga bisa melalui beragam tulisan. Salah satu contohnya adalah puisi darik.

Seperti halnya cerita anak, puisi darik sebagai genre baru juga bisa dibuat dari berbagai tema. Lebih lanjut lagi tema-tema tersebut bisa menyesuaikan dengan target sasaran. Di sisi lain, bagi anak usia dini dan pendidikan dasar, tema nilai karakter sangat relevan. Oleh karena itu, dengan menanamkan lewat puisi mereka akan belajar mengeksplorasi banyak nilai dalam karakter pendidikan. Selanjutnya lewat membaca mereka akan bisa menemukan makna. Salah satu contohnya adalah makna nilai kesantunan sebagai karakter.

Berikut ini adalah contoh puisi darik tema nilai kesantunan.

Contoh Darik Nilai Kesantunan

Berbenah untuk Berubah

Perilaku

Adalah ciri
Membentuk diri

Dari teladan tergugah
Pada kebiasaan merekah
Tak lagi membuncah

Tersebab teladan menjadi kebaikan
Karena terbiasa menjelma istimewa
Perlahan pasti menuju terpatri
Memegang teguh mendayung utuh

Tentang perilaku merasuk kalbu
Perihal tindakan penuh penghormatan
Kepada teman bersikap sopan
Begitu kebaikan yang diajarkan

Bisakah kuterima semua?
Keyakinan adalah penentunya
Aku pasti bisa

Lemah lembut
Sopan santun

Utama

Contoh Puisi Darik

Kata-kata Istimewa

Omongan kotor sudah biasa
Sumpah serapah menjadi penghiasnya
Namun itu dahulu kala
Sebelum akhirnya perlahan sirna

Itu tidak baik
Begitu teringat selarik
Teladan yang menarik

Bicara kasar
Tak lancar

Musnah

Sirna

Seiring waktu
Tanpa ragu

Belajar dari lalu
Berubah baik aku
Dengungkan bahasa ibu

Jagat nyata juga maya
Menjadi terbiasa tutur bahasa
Tanpa senggolan juga singgungan
Apa adanya baik-baik saja

Contoh-contoh puisi darik di atas adalah puisi tema kesantunan. Selanjutnya untuk contoh-contoh lain, orang tua atau guru bisa mengembangkan sendiri sesuai kreativitas. Orang tua dan guru bisa mengajak anak untuk membaca kemudian meminta mereka menemukan makna puisi darik tersebut. Selanjutnya orang tua atau guru memberikan pemahaman lebih mendalam tentang makna yang tersirat dalam puisi terkait kesantunan. Orang tua atau guru bisa memberikan penguatan tentang arti penting kesantunan dalam kehidupan. Lebih lanjut lagi, orang tua atau guru bisa memberikan bimbingan dan pendampingan kepada anak untuk membuat sendiri puisi darik tema kesantunan. Proses pembelajaran yang pastinya akan lebih menyenangkan.

karakter kesantunan

Tentang Penulis: Sudomo

Avatar
Seorang pencinta formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkaian kata yang cinta mati dengan serpihan surga di bumi -- pulau Lombok. Penulis 'Di Penghujung Pelukan' (Mediakita, 2017) dan 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok! (Funtastic M&C Gramedia, 2018) ini dapat dikenali lebih lanjut lewat kata di www.eigendomo.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed