oleh

Awal Mula

-Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 185 Orang

Menulis

Untuk apa?
Begitu tanyaku

Dulu sebelum memulai
Dulu sebelum mencintai
Bertanya tanpa ingin

Jawaban tak kunjung ditemukan
Sebab tanpa upaya mewujudkan
Menyimpan rapi memori sendiri
Dalam kotak bernama imajinasi

Dorongan tak pernah ada
Keinginan pun sama saja
Membiarkan semua pergi berlalu
Tanpa mengikat dalam kalbu

Menulis untuk apa?
Aku kembali bertanya
Pada rimba belantara

Aku terdiam
Mulut membisu

Kaku

Jemari

Enggan menari
Kata-kata sirna

Lenyap tanpa bekas
Musnah ditelan bias
Hancur dimamah waktu

Aku tak pernah kecewa
Pun rasa hendak menyesali
Membiarkan semua hilang sendiri
Begitu menulis bagiku dulu

Semasa merah putih seragamnya
Aku tulis lirik lagu
Dalam buku bersampul biru
Ketekunan pengisi kekosongan waktu

Setelahnya aku membisu
Terpaku dalam notasi
Membiarkan kata berlari

Selepas belia
Aku lupa

Sirna

Kata-kata

Bukan karib
Juga sahabat

Mereka pergi meninggalkan
Ah ternyata bukan!
Akulah yang duluan

Mencincang kata menjadi serpihan
Merobek aksara hingga berantakan
Membiarkan semua berlalu pergi
Menemukan tuan pemilik sejati

Begitulah sebuah awal mula
Ada enggan pun jenuh
Semua rasa membaur satu
Memulai tanpa ingin melanjutkan

Sebab tak tahu
Ada rasa dititipkan
Pada kata dituliskan

Seharusnya begitu
Nyatanya tidak

Ah!

Mataram, 20 Agustus 2021

Tentang Penulis: Sudomo

Gambar Gravatar
Seorang pencinta formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkaian kata yang cinta mati dengan serpihan surga di bumi -- pulau Lombok. Penulis 'Di Penghujung Pelukan' (Mediakita, 2017) dan 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok! (Funtastic M&C Gramedia, 2018) ini dapat dikenali lebih lanjut lewat kata di www.eigendomo.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed