oleh

TKW Saja Bisa Menulis

-Terbaru-Telah Dibaca : 23 Orang

TKW Saja Bisa Menulis
4 Mei 2021

Suharto
Guru Pembelajar MTsN 5 Jakarta

#MenulisItuGampang

Tidak terbayangkan sebelumnya bagaimana seorang TKW bisa menulis dan menghasilkan sebuah karya tulis yang cukup fantatis. Di tengah-tengah kesibukan dia mampu menyempatkan diri untuk menulis. Sementara sebagian orang yang begitu banyak waktu luang tak mampu menghasilkan sebuah karya.

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika ada keinginan yang kuat, insyaallah pasti akan terwujud sebuah keniscayaan. Sebenarnya intinya adalah kembali kepada manusianya itu sendiri. Setiap orang pasti bisa melakukan akan sesuatu, jika punya keinginan yang kuat. Ya, seperti sahabatku ini.

Juminah namanya, seorang gadis ayu asal Banten. Beliau lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Beliau besar dan menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren. Setelah selesai mondok pak kyai menawarkan untuk mengabdi di pondok, tapi orang tua menghendaki dia untuk bekerja mencari rezeki guna membantu perekonomian keluarga. Dia dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama penting. Bingung pasti ada. Tapi akhirnya dia memilih orang tuanya.

Berangkatlah dia ke Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga di sebuah keluarga di Arab. Bertahun-tahun dia bekerja, dari hasil kerjanya dia mampu membantu perekonomian keluarganya. Tentunya banyak suka dukanya dalam meniti sebagai seorang TKW. Saya tidak ceritakan di sini, cukup Anda baca buku karya beliau.

Juminah adalah sahabat saya di media sosial, yaitu Facebook. Juminah sering membaca postingan-postingan tulisan sederhana saya yang sering saya share ke Facebook. Di samping membaca Juminah suka mengapresiasi tulisan saya. Kemudian Juminah sering chating tentang keinginannya mempunyai sebuah buku yang mengupas tentang perjalanan hidupnya. Saya hanya sedikit mengasih ilmu dan memberikan motivasi tentang menulis serta bagaimana menjalani kehidupan ini.

Setelah beberapa bulan, tulisannya sudah banyak. Kebetulan beliau mempunyai seorang guru dan juga seorang penulis. Guru itu memfasilitasi sampai bukunya terbit. Secara kebetulan juga gurunya satu angkatan dengan saya pada pelatihan menulis bersama pak Wijaya Kusuma (Om Jay). Beliau bernama Ibu Aam Nurhasanah, sekarang beliau aktif membantu Om Jay pada setiap pelatihan menulis.

Sahabat-sahabatku yang super. Juminah seorang TKW saja bisa menulis dan menghasilkan karya, kenapa Anda tidak? Apalagi Anda seorang guru yang setiap hari identik dengan tulis-menulis dan membaca. Tentunya Anda lebih banyak wawasan keilmuannya dari pada Juminah.

Ayo, menulislah. Sudah saatnya Anda mematri nama Anda dalam sebuah karya. Anda akan selalu diingat oleh anak keturunan, murid-murid, dan orang banyak. Ilmu Anda akan selalu mengalir sebagai amal jariyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed