oleh

Belajar Layout Buku

-Terbaru-Telah Dibaca : 512 Orang

Belajar Layout Buku

#Menulis di Kala Sakit

Setelah berhasil belajar desain cover buku, penulis berusaha mendalami teknik menata tulisan agar sesuai dengan pembuatan buku. Alhamdulillah, sekitar 90 % sudah menguasai tinggal 10 % lagi untuk menyempurnakannya.

Belajar apapun tidak tiba-tiba langsung bisa atau sempurna, ada saja dijumpai kendala di sana-sini, sehingga butuh membaca atau melihat tutorial yang tersedia di YouTube. Itulah yang namanya belajar, ketika menjumpai kendala berusaha mencari solusi untuk memecahkan kendala itu.

Justru dengan kendala itu menjadikan pengetahuan bertambah, sebenarnya semuanya sudah tersedia di Microsoft word tinggal kita mempelajari fasilitas yang tersedia.

Penulis berusaha mencari pelatihan, namun belum menemukan, tapi penulis pernah mengikuti pelatihan menulis di PGRI dengan Nara sumber pak Adrianus, beliau menjelaskan lewat video tutorialnya. Berulang kali penulis mempelajarinya baru bisa memahaminya. Karena sering membuat buku selama sakit jadi langkah-langkah sudah memahami. Namun, kalau lupa dibuka lagi video tutorialnya.

Minimal sudah mengetahui ukuran/size kertas untuk membuat buku. Biasanya menggunakan A5 (Tinggi 21 Lebar 14.8), cara membuat daftar isi otomatis, cara membuat nomor halaman (Page namber), cara membuat footer (bawah halaman) dan header (Atas halaman), cara membuat nomor halaman berbeda hurufnya antara halaman pengantar dan isi buku.cara memasukkan dan menata gambar atau photo, dan lain-lainya.

Untuk memperdalam dan memperkaya wawasan agar hasil lebih menarik dan mudah cara membuatnya, penulis terkadang membeli desain-desain yang suka diperjualbelikan. Biasanya sudah tersedia puluhan desain, gambar, dan bentuk-bentuk footer dan header. Juga tersedia buku panduan langkah-langkah cara membuat layout buku mulai dari awal sampai akhir. Tinggal penulis membaca sambil memperhatikan.

Semakin banyak mempelajari berbagai karya orang lain. Maka, semakin banyak kita mengetahuinya. Terkadang dari tutorial atau buku panduan yang satu dengan lainya ada kurang dan lebihnya. Disitulah, terkadang penulis mendapatkan apa yang tidak ada di buku atau video tutorial yang satu, penulis dapatkan pada yang lainnya.

Jadi teringat ketika mengaji kitab kuning dengan beberapa guru yang penulis berguru. Guru yang satu mengajarkan dua pendapat cara membaca sebuah kalimat, sementara guru yang satu membacanya dengan tiga cara. Jadi kesimpulannya semakin kita banyak guru atau membaca buku, semakin banyak wawasan yang kita dapatkan.

Setelah mempelajarinya sebelum penulis serahkan kepada penerbit penulis sudah membuat layoutnya, penerbit tinggal menyempatkannya. Pernah penerbit menulis nama penulis pada halaman penerbitan sebagai penata tulisan atau sebagai pembuat layout. Penulis sempat bertanya, tentang nama penulis yang dicantumkan, bukan penerbit. Jawabannya sederhana, penerbit hanya sedikit menyerpurnakan. Memang si, 80 % penulis yang membuatnya.

Semua itu karena penulis mau mencoba untuk belajar dan tidak mau terus ketergantungan dengan orang lain. Selagi ada kesempatan untuk belajar. Maka, belajarlah. Terkadang ketika kita bisa, kita bisa membuat untuk diri sendiri dan bisa membantu teman-teman.

Komentar

Tinggalkan Balasan