Lestarikan Budaya Indonesia

Pantun0 Dilihat

Sejak di sekolah dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia telah diajarkan pantun. Pantun sebagai salah satu bentuk sastra lisan, secara luas dikenal di tanah air kita. Dalam masyarakat Minangkabau mempunyai kesenian tradisional yang dikenal dengan nama Batombe. Salah satu kesenian tradisional yang cukup populer dalam masyarakat tersebut yaitu seni berbalas pantun dengan diiringi alat musik rabab. Biasanya dimainkan oleh dua orang laki-laki dan perempuan, atau berkelompok.

Seperti telah diberitakan bahwa sejak tahun 2020, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) alias Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa saja menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda. Warisan budaya Dunia dari Indonesia bersama Malaysia ini tentunya masing-masing mempunyai ciri khas yang berbeda.

Betapa ramainya, tentu sangat menarik. Namun, kini pantun sudah dipergunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Tidak heran jika dalam suatu perhelatan baik resmi maupun pentas panggung, para pengisi acara sering berpantun. Biasanya jenis pantun yang dipergunakan adalah pantun nasihat. Selain sebagai ajang untuk melestarikan budaya juga sebagai pencair suasana agar menarik dan tidak kaku serta membosankan.

Hari Minggu pergi ke Batu.

Berkelok-kelok jalan terlewati.

Jika kamu sayang ibu.

Jangan buat sakit hati.

Mari menulis pantun dengan tujuan untuk memberi semangat kepada diri kita sendiri maupun orang lain. Memotivasi pembaca agar makin semangat dalam menjalani kehidupan. Berpantun itu seru dan cerdas dalam pengolahan bahasa.

Pergi ke Madiun beli duren.

Jangan lupa bawa pisau.

Gemar berpantun agar keren.

Milenial hebat nan memukau.

 

Salam literasi,

Malang, 12 Februari 2023

*Sundari*

 

Tinggalkan Balasan