oleh

Jangan Cepat Berprasangka

Sudah pernahkah Anda mendengar atau membaca kisah penjahit tua dan tukang daging?

Kisahnya sederhana, namun sangat menohok bagi Anda yang sering cepat berprasangka, khususnya berprasangka buruk.

Adalah seorang penjahit yang sudah tua dan tinggal pada sebuah desa kecil. Meski sudah tua, is masih bekerja menerima jahitan di rumahnya yang asri  dan hasilnya pasti memuaskan pelanggan-pelanggannya sehingga harga jasanya sangat mahal.

Suatu hari, seorang petani miskin datang ke rumah penjahit tua itu. Dan tanpa berbasa basi petani miskin itu langsung mengkritisi penjahit tua, bahwa sebagai orang kaya tidak pernah mau membantu orang miskin di desa itu  Ironisnya, petani miskin itu membandingkan dan memuji sikap penjual daging yang selalu membagikan daging gratis di pasar kepada orang miskin, padahal menurut petani miskin ini, si penjahit tua jauh lebih kaya bila dibandingkan dengan si penjual daging. Dari rumahnya saja, seluruh warga desa mengetahui bahwa si penjahit tua jauh lebih kaya daripada si penjual daging.

Si penjahit tua tidak menanggapinya dan hanya tersenyum saja mendengar kritik dari petani .miskin. Karena merasa kritiknya tidak didengar, maka dengan penuh rasa jengkel, petani miskin itu mengabarkan dan menghasut ke warga desa bahwa penjahit tua itu benar-benar seorang kaya yang sangat kikir.

Akibat omongan dan hasutan petani miskin itu, berakibat warga desa membenci penjahit tua itu.

Suatu hari penjahit tua menderita sakit parah dan tak seorangpun warga desa yang mempedulikan atau mau membawanya ke tabib. Dan dengan sangat tragis, penjahit tua ini akhirnya meninggal dunia dalam kesendirian.

Setelah kematiian penjahit tua yang malang itu, warga desa yang miskin mulai merasakan  perubahan di desa itu. Kini tak ada lagi pembagian daging gratis ke rumah mereka maupun pembagian di pasar.

Warga desa yang miskin lalu menghampiri penjual daging di rumahnya, dan menanyakan kenapa sekarang tidak pernah ada pembagian daging lagi  Penjual daging lalu menjelaskan, bahwa sponsor pembagian daging selama ini adalah penjahit tua yang memberinya sejumlah uang setiap bulan untuk sedekah,  untuk membeli dagingnya dan dibagikan  kepada orang miskin di desa. Dan kini penjahit tua sudah meninggal dunia, maka berhentilah sedekah itu.

Kisah diatas hendaknya membuka pola pikir kita, agar jangan pernah berpikir buruk tentang orang lain dengan menjelek-jelekkan orang lain. Padahal prasangka buruk itu belum tentu benar.

Maka hendaknya jangan menilai seseorang dari apa yang kita lihat dan kita dengar saja dari orang lain. Karena orang lain itu mungkin memiliki prasangka yang salah dalam menilai   kehidupan seseorang yang sebenarnya baik.

Dan kita akan menyesal setelah mengetahuinya dan menyesali sikap, pikiran dan perlakukan kita pada orang yang kita duga secara salah.

Tangerang Selatan, 27 Agustus 2021.

@sg

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed