oleh

Jangan Takabur

Saat kita muda, tentu kita dipacu untuk terus berprestasi, Naik kelas, lulus ujian, mendapatkan pekerjaan yang layak, berhasil meniti karir dari supervisor, manager, hingga direktur. Dalam kancah olahragapun kita juga harus memacu prestasi, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional dan dunia. Dalam organisasipun, kita yang mulai dari anggota biasa, lalu meningkat menjadi ketua seksi, ketua bidang, ketua divisi hingga tingkat pengurus harian, Bendahara Umum, Sekretaris Umum Dan Ketua Umum tentu akibat kinerja dan prestasi kita.

Sebagai aktivis organisasi dan pemimpin kunci terkenal, Charles P. Wagner juga seorang penulis handal. Namun Wagner memiliki prinsip hidup tidak mau menulis autobiografi maupun mengizinkan orang lain menulis biografi mengenai kehidupannya. Hal ini disebabkan Wagner tidak mau hidup dalam bayang-bayang prestasi masa lalunya. Baginya hal ini adalah prinsip hidup pribadi dan bukan prinsip hidup  umum yang muncul dari kerendahan hatinya.

Sebagai aktivis organisasi sosial maupun politik, kita hendaknya tidak terpengaruh prestasi masa lalu, tetapi harus selalu mengarahkan diri kepada hal-hal di masa depan. Hal ini juga terkait hal sebaiknya yaitu melupakan hal-hal buruk di masa lalu.. Hal ini memang berat, apalagi bila kita harus melupakan atau meninggalkan  berbagai kelebihan di masa lalu. Apalagi bila kita dilahirkan dari keluarga bangsawan, yang tentu memiliki status sosial yang tinggi, juga termasuk tokoh yang berpengaruh, tentu ini adalah suatu nilai tambah yang patut “dibanggakan” secara manusiawi Namun sebaiknya kita tidak perlu takabur dengan semua pencapaian, kelebihn dan posisi kita di masa lalu.

Kita tentu boleh bangga bila memiliki segudang prestasi. Tak ada yang buruk dengan prestasi, bahkan hal itu bisa dijadikan sebagai batu loncatan menuju masa depan yang lebih baik. Hanya saja jangan menjadikannya sebagai dasar bagi kita untuk menyombongkan diri.  Jangan biarkan semua prestasi masa  lalu akan menghambat kita menjadi pribadi yang rendah hati. Tidaklah terlalu penting siapa yang mengetahui nama kita dan betapa hebatnya kita, karena yang terpenting kebaikan hati dan perilaku kita.

Apakah Anda begitu bangga dan takabur dengan semua pencapaian atau prestasi di masa lalu Bagaimana caranya agar kita tidak takabur dengan prestasi di masa lalu?

Jangan membanggakan prestasi di masa lalu dan fokus hanya kepada diri sendiri, sebaliknya teruslah berprestasi demi kebaikan banyak orang dan lingkungan.

Tidak ada salahnya untuk belajar dari masa lalu, tetapi jangan bereuforia  dalam prestasi di masa lalu.

Tangerang Selatan, 24 Agustus 2021.

@sg

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed