oleh

37. Solider

-KMAB-Telah Dibaca : 51 Orang

 

Sikap solider adalah perasaan senasib dan sama rasa. Perasaan memiliki persamaan sikap, senasib, sama-sama senang dan sama-sama susah.

Kita yang memiliki sikap solider, tidak akan pernah bermewah-mewah sementara temannya hidup dalam kemiskinan. Kita yang memiliki sikap solider pasti akan membantu temannya untuk bangkit, agar dapat sama-sama berhasil

Namun kita harus berhati-hati dalam menyikapi solider. Ada solider yang positif dan negatif. Contoh solider yang positif sama-sama berniat menyumbang dana untuk korban banjir. Sedangkan solider yang negatif adalah turut membolos untuk menonton pertandingan sepak bolĂ , meski sudah dilarang oleh guru.

Memang sikap solider sering muncul pada saat kita masih remaja. Saat kita belum dapat berpikir secara dewasa. Ketika remaja, menunjukkan sikap solider atau solidaritas sangat mengemuka. Misalnya, sama-sama memiliki rambut gondrong, memakai tok mini, tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan.

Kita wajib solider bila melihat hal yang positif, misal bekerja bakti di lingkungan RT/RW, membantu tetangga yang sedang mengadakan kenduri dan sebagainya. Sebaliknya, kita harus berpikir ulang bila diajak mencuri mangga tetangga atau menjalankan sepeda motor dengan kecepatan tinggi di jalan raya.

Untuk menerapkan sikap solider harus mempertimbangkan positif negatifnya, jangan asal memiliki perasaan senasib. Misal diajak teman-teman ber demo, harus mengetahui terlebih dulu latar belakangnya. Jangan asal ikut-ikutan.

Solider yang positif sangat baik, namun solider negatif dapat membuat hidup kita berantakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan