oleh

Bujukan Setan

Dalam agama apapun, kita diminta untuk selalu waspada terhadap bujukan setan. Setan dalam aksinya bisa berwujud apa saja, bisa berujud ular seperti saat menggoda Siti Hawa, berujud manusia saat membujuk temannya untuk berbuat kejahatan.

Salah satu taktik setan adalah membuat kita melupakan pencipta kita. . Ular adalah binatang paling cerdik di darat yang pernah diciptakan, bahkan lebih cerdik dari kancil, kita bisa melihat bagaimana strateginya dalam menggoyahkan dan membujuk Hawa menentang penciptanya. Setan  menggunakan pertanyaan yang menjerat,  “Benarkah, semua pohon dalam taman ini tidak boleh dimakan?”. Melalui pertanyaan ini, kita tahu bahwa setan sedang berusaha mengelabui dan menggiring perhatian Hawa pada satu-satunya buah dari pohon yang dilarang dari semua buah-buahan yang diijinkan untuk dimakan. Padahal, kita semua mengetahui, bahwa semua pohon dalam taman itu boleh dimakan buahnya dengan bebas, kecuali satu pohon yang buahnya dilarang untuk dimakan . Tapi setelah mendengar pertanyaan licik yang menggiring dari setan itu, ternyata Hawa tertarik hatinya, dengan kata lain Hawa mengingininya. Inilah yang disebut menggoda, membujuk hingga manusia berbuat salah atau melakukan pelanggaran.

Kasus ini harus menjadi peringatan bagi kita. Taktik yang setan lakukan masih berlangsung sampai saat ini. Setan akan terus berupaya mengelabui perhatian kita pada apa yang tidak kita miliki. Inilah pentingnya untuk secara rutin dan sengaja mengingat rezeki yang telah kita terima, dan mengucap syukur atas semua rezeki itu.

Coba kita bayangkan saat tabung oksigen dihargai mahal di rumah sakit, karena banyak orang yang membutuhkan, sedangkan pasokan oksigen sedang terbatas. Pernahkah kita mengucap syukur untuk oksigen gratis pada setiap hembusan napas kapanpun juga yang diberikan secara cuma-cuma? Jika masih ada makanan dan minuman yang masih bisa kita nikmati hari ini, itu juga patut kita syukuri. Jika kita masih bisa tiba di tempat kerja dan beraktivitas dengan leluasa, bukankah itu juga rezeki bagi kita? Masih banyak rezeki lainnya yang pernah kita  dapatkan. Terus ingat-ingat setiap hari dan ucapkanlah syukur.

Kita harus memahami kaitan antara keaalahan karena keinginan dengan gaya hidup mengucap syukur. Bila  kita pernah melakukan kesalahan karena terpikat keinginan kita sendiri. Kita harus dapat menangkalnya.

Ingatlah selalu akan rezeki yang diberikan tiap hari dan ucapkanlah syukur atas rezeki yang kita terima setiap hari.

Mengucap syukur akan mengubah apa yang kita dapatkan menjadi cukup.

Tangerang Selatan, 27 September 2021.

@sg

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed