oleh

Seri Santet #16 – Rambut Kemaluan dalam Buntalan Santet

-Sosbud-Telah Dibaca : 20 Orang

Sejak ada orang yang disebut kerabat sebagai ‘ustaz’ yang datang ke rumah (1996), yang disebutkan untuk ‘memagari’ rumah, berbagai kejadian yang tidak biasa mulai muncul.

Tapi, saya tidak mengaitkan kejadian-kejadian tsb. dengan ‘pagar’ rumah. Ada dua hal yang membuat saya tidak curiga, yaitu: Pertama, yang memasang seorang ustadz. Kedua, tentu tujuannya baik.

Namun, kejadian demi kejadian yang tidak biasa itu mendorong saya mencari penyebabnya. Menurut pembantu ustadz dan kerabat yang membawa ustadz tsb., dari Kota “S”, Jabar, mereka ‘menanam’ sesuatu di beberapa sudut rumah.

Saya hanya menemukan satu benda di pojok utara. Karena lantai semen tidak benda tsb. tidak bisa ditanam. Mereka ’menanam’ benda itu dengan cara melapisinya dengan semen sehingga menonjol seperti gundukan.

 1. Bau Keringat

Gundukan saya bongkar. Ada benda yaitu bungkusan dengan kain putih seperti uncang (keempat sisi kain diikat). Isinya: gabah, jarum, paku, beling, telur ayam, potongan-potongan pakaian (kemeja, celana dalam, kaos kaki), dll.

Benda itu saya buang ke tong sampah. Saya juga tidak berpikir lebih jauh karena saya sama sekali tidak curiga. Apalagi yang benda itu ditanam oleh ustadz.

Tapi, setelah saya berobat ke Banten barulah ’misteri’ benda itu terkuak.

”Benda itu berfungsi sebagai terminal,” kata Pak Ajie, salah satu yang mengobati saya.

Artinya, dukun santet yang dibayar oleh orang-orang yang memelihara pesugihan (mencari kekayaan dengan bantuan makhluk halus) memasukkan benda-benda ke tubuh saya dari ’tanaman’ itu.

Salah satu kejadian yang tidak biasa adalah kemeja, celana dalam dan kaos kaki saya hilang. Kaos kaki yang sering hilang adalah kaos kaki kiri.

”Ah, itu ulah pembantu. Kaos kaki hanyut ketika mereka buang air cucian.” Itulah jawaban yang saya terima jika kehilangan kaos kaki itu saya tanya di rumah.

2. Masuk akal

Lalu, tentang kemeja?

”Bisa saja tertinggal di hotel.” Ini juga jawaban yang saya terima di rumah.

Memang, saya sering ke luar kota. Tapi, satu hal yang mereka tidak ketahui adalah: saya membedakan kemeja kerja ke kantor, ke luar kota tidak menginap, dan ke luar kota menginap.

Nah, kemeja yang hilang justru kemeja yang saya pakai ke kantor. Soalnya, kemeja itu berkeringat dan tidak langsung saya suruh rendam. Sedangkan kemeja yang saya pakai ke luar kota akan langsung saya rendam ketika sampai di rumah.

Rupanya, bau keringat di kemeja itu perlu sebagai ’petunjuk’ bagi makhluk halus yang membawa benda-benda ke tubuh saya.

Pertengkaran terus terjadi di rumah terkait dengan kemeja, celana dalam dan kaos kaki yang hilang. Soalnya, potongan-potongan kemeja, celana dalam dan kaos kaki ada dalam benda-benda yang ditarik dari tanah di rumah dan di kantor.

’Benda’ yang dimaksud adalah buntalan yang dibungkus kain putih berisi berbagai macam benda: jarum, paku, beling

Bagian badan yang juga ada dalam benda-benda yang ditarik adalah rambut dan rambut kemaluan.

3. Rambut Kemaluan

Soal rambut juga masih ada jawaban di rumah. ”Bisa saja orang mengambil rambut selesai potong rambut di salon.”

Ya, bisalah diterima.

Tapi, terkait dengan, maaf, rambut kemaluan, tentulah tidak mungkin ada orang lain yang memotong atau mencabutnya dari badan saya. Dan, ini tidak saya persoalkan di rumah karena hal itu sudah membuktikan siapa yang ’mencuri’ kemeja, celana dalam, kaos kaki dan rambut.

Benda-benda berupa buntalan yang sudah ditarik dari berbagai tempat, al. di rumah, kantor dan jalan raya sudah dua puluhan. Menurut Pak Ajie, buntalan itu jumlahnya sesuai dengan tanggal lahir saya.

Ada beberapa yang belum diambil karena saya khawatir kalau diangkat pemilik bangunan yang pernah saya kontrak akan menuduh saya yang mengirim santet.

Belakangan ’media’ untuk memasukkan benda-benda ke tubuh saya dilakukan dengan ’membawa’ sesuatu ke rumah, misalnya, beras, kertas, dll.

”Om, tadi malam anaknya lewat di depan kantor.” Itulah yang sering saya terima dari tetangga dekat kantor saya di bilangan Pisangan Lama, Jakarta Timur.

Di depan pintu ada sebaran besar. Di waktu yang lain ada potongan kertas. “Ya, itu jalan untuk mengirim santet,” kata Ajie.

Biar pun saya dan putri saya sudah lolos dari ‘daftar’ tumbal, putri saya nomor 9 dan saya nomor 10,karena ‘diganti’ dengan yang memelihara pesugihan dan saudaranya, tapi serangan santet masih saja terus ditujukan ke saya.

Kali ini sebagai balas dendam karena dukun mengatakan kematian yang memelihara pesugihan itu karena kiriman saya kembalikan.

Padahal, semua yang mengobati saya selalu melarang mengirim balik benda-benda yang diangkat dari badan saya dan putri saya.

“Untuk apa, Pak,” kata Bu Haji di Banten. Soalnya, kalau benda-benda itu dikirim balik ke yang membayar dukun santet itu artinya kita sama saja dengan mereka.

Saya berserah diri kepada-Nya, namun saya pun tetap berobat jika ada benda yang masuk ke tubuh saya. Soalnya, kalau benda-benda itu dibiarkan di dalam tubuh itu akan mengganggu kesehatan (Kompasiana, 13 Desember 2013). *

Komentar:

Arrie Boediman La Ede (13 Desember 2013) wah ini beneran pak?

elde (13 Desember 2013) Wah…ngeri jg kalau lewat cara2 seperti dan orang yg dituju bisa jadi korban…:mrgreen:

Dwi Okta Nugraha (13 Desember 2013) Ngeri. Kakak ane jg ngalamin serangan mistis spt ini.

kaekaha (13 Desember 2013) Mudah-mudahan bermanfaat untuk semuanya!

Pical Gadi (13 Desember 2013) Woww. Jadi parno nih kalau ada baju atau celana yg hilang di rumah. 🙄

Sierra Revolver  (13 Desember 2013) Santet memang ada, bahkan sesama saudara pun saling menyantet,sangat disayangkan. Pernah ada saudara di santet,dia minta tolong “orang pintar”, orang pintar ini menolong tapi nggak dibalas lagi ke penyantetnya, karena menurut dia, kalo anda menyantet, ada harus membayar, di dunia ini gak ada yang gratis bahkan di dunia gaib. Biarlah KARMA yang bekerja, jika Anda menyemai angin, akan menuai badai

Ambu Ria Djohani (13 Desember 2013) susah percaya sama susahnya dengan tidak percaya….

Durriyyatun Nawiroh (13 Desember 2013) waktu kecil sering diberitahu, “hati2 dengan barang-barangmu, dijaga”. termasuk, misal, saat marah kepada seseorang jangan sampai meludahinya. ludah itu bisa jadi sarana buat dia balas dendam. ah, iya… hati-hati saja. semoga gak ada kiriman2 lain, Pak. terimakasih tulisannya. 🙂

Mboten Wonten  (13 Desember 2013) itu ‘ustadz’ lebih tepat DUKUN julukannya

Suryandari Weni (13 Desember 2013) saya percaya ini ada. mertua saya sekeluarga pernah mengalaminya dan menceritakannya pada saya. santet dikirim lewat cicak yang bisa masuk ke dalam lipatan (keliman) lengan kemeja yang dijahit penuh. hal yg mustahil terjadi kan? lalu bola api tiba tiba masuk dan berputar putar di atas meja ruang tamu dan keluar melalui plafon kamar mertua saya. (tujuannya memang untuk mertua). banyak lagi deh. tapi memang tidak boleh mengirim balik katanya. dosanya sama…

Yanuar Indra (13 Desember 2013) Artikel yang bermanfaat dan informatif. Saya hanya ingin nyeletuk soal yang komentar saja, Pak. Dilihat dari yang komen, artikel tentang santet dan hal-hal klenik bisa ‘menyatukan’ orang dari berbagai macam latar belakang. Dari orang religius hingga orang tunatuhan.

Alex Nggebu (13 Desember 2013) terimakasih pak sudah berbagi pengalaman, jd ngeri jg nich untuk pergi laundry

Marul Prihastuti (13 Desember 2013) eh…begitu ya? untunglah yang dulu mencobai saya nggak sebegitu berat … udah sembuh sih sekarang

Syaiful W. HARAHAP (14 Desember 2013) @All, yg paling menyakitkan adalah yg dihujat dan dikatakan musyrik justru korban ….

Syaiful W. HARAHAP (14 Desember 2013) @Anasangratu, terima kasih. Terus terang orang yg membayar dukun menyantet saya tdk pernah ada urusan dng saya. Agar dipahami saja, tumbal itu justru bukan orang yg jadi musuh, tapi ada syarat2 tertentu: anak tunggal, perilaku baik, pintar, dll. Ini memang aneh, tapi nyata krn permintaan makhluk halus waktu bikin perjanjian ketika menerima pesugihan

Yodha Haryadi (13 Desember 2013) saya percaya pak, banyak yang ngalami kayak bapak. smoga pak syaiful lekas sehat dan dijauhkan kemudian dari kejahatan gaib.

Muh Ibin (13 Desember 2013) Saya pernah dikasih tau Santet tdk bisa masuk ke kita kal kita masih bangun (dan jangan melamun) sebelum jam 24 mlm jangan tidur kl bisa kl sdr Muslim baca Surat Annas. Kemudian jangan tdr atau kosong pikirannya sesudah solat asar. Waktu sesesudah Subuh dan Asar biasanya setan masuk kekita. Insyaaloh terhindar dari Tenung dan santet. Biasanya santet akan keluar rumah kita sesudah jam 1 malam kelihatan seperti kembang api terbang.

Teguh Suprayogi (13 Desember 2013) dalam Islam ini termasuk ilmu sihir, belajar ilmu ini termasuk dosa besar dan jika mempraktekkan bisa masuk ke dosa syirik…salah satu penangkalnya selain berserah diri pada-Nya bisa dibacakan surat Al Baqarah dan ayat-ayat Quran lainnya.

Semoga kita dijauhkan dari bahaya sihir ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed