Merengkuh Rembulan

Merengkuh Rembulan Tung Widut   Malam telah datang Lampu jalanan satu persatu menyapa Menerangi sisi gelap yang tak terelakan   Cahaya temaram bergeming Menyatu dengan alam langit hitam Bertabur bintang

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tulisan Pamungkas, Insyaallah Bukan yang Terakhir

Oleh: Dionisius Agus Puguh Santosa, SE, MM   Tak terasa perjalanan saya untuk menulis dan berbagi artikel tentang dunia menulis telah mencapai garis akhir tantangan yang disampaikan Om Jay melalui

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.