Meniti Kerinduan

Senja baru saja berlalu rindu sudah mengusik kalbu aku sangat ingin memelukMu   Aku merindukan berbincang mengadukan segala resah yang membuat hati gelisah   Aku rindu kehangatan pelukan hangat kasihMu

Melukis Kenangan Senja

Senja tergelar sepanjang pantai kita melukisi helai demi helai warna jingga kita sapukan pertanda sejuta kegairahan pelan-pelan berubah menyala warna merah akhirnya tertutup warna hitam hadirkan suasana kelam   Aku

Hujan Ketika Senja

Hujan ketika waktu senja menutup rinduku kepadamu aku memilih bercumbu dalam hangat pelukanNya   Setiap senja kuhabiskan bersamamu hanya kudapatkan kegelisahan hatiku semakin kebingungan   Setiap hujan kuberlindung denganmu hanya

Senja yang Terluka

Malam menggantikan senja menggandeng mesra gulita abaikan senja yang terluka   Malam tak berbintang burung hantu diam membisu kunang-kunang enggan terbang   Kasihan senja sebentar bersinar jingga sudah tertutup kegelapan

Haiku Senja

Senja memerah daun-daun terjatuh tertidur lelap   Senja temaram lampu-lampu bersinar kota bergairah   cahaya redup burung pulang ke kandang senja tenggelam   Senja gulita kelelawar melintas tersesat jalan  

Jejak-jejak Senja

Lihatlah jejak-jejak itu masih sama seperti senja yang telah kita lalai dulu   Kita selalu menanti senja tiba di pantai ini seraya memandangi camar yang menari-nari   Katamu, anak-anak kita

Senjakala

Senjakala itu ketika matahari pelan-pelan meninggalkan hiruk pikuk manusia berlari-larian mengejar kereta pulang dengan penuh beban di pundaknya   Senjakala itu sewaktu matahari malu melihat perempuan-perempuan bergincu berjajar sepanjang jalan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.