Menikmati Senja

  MENIKMATI SENJA Tung Widut     Semilir angin senja penghilang kejenuhan Menepis kebosanan kala terkungkung kata corona Terngiang pesan yang membosankan di rumah saja Belenggu sore ini telah lepas

Tergoncang Wabah

  Tergoncang Wabah Tung Widut   Dunia yang seharusnya tenang Dalam rengkuhan mesra sang keluarga Bercanda dalam satu ruang kegembiraan Tak disangka Goncangan membubarkan semua kemesraan Berlarian saling menjeritkan nama

Kobaran dalam Kegembiraan

  Kobaran dalam Kegembiraan Tung Widut Hari ini Saat senda gurau yang tersimpan Meluap terungkap seuntai dengan lebaran Tak hanya ungkapan hati berupa kata Saling bersalaman cermin saling percaya  

Selamat Malam

Selamat Malam Tung Widut   Umur lewat balita Tak tahu kapan memulai Yang dengar setiap malam tanpa terlewat Sambil mata berat tak lupa berucap Suara tak jelas Hafal sudah dua

Menyimpan Rindu

Menyimpan Rindu Tung Widut   Takbir berkumandang menderu kan hati Makin teriris merejam di ulu Terbayang hijaunya bukit Mengelilingi surau kecil tempat mengeja huruf Allah Sungai kecil telah mencatat Setiap

No More Posts Available.

No more pages to load.