oleh

3 Ronde Buka Puasa

-Gaya Hidup, Ramadhan, YPTD-Telah Dibaca : 350 Orang

 

dokumen artotel

Buka Puasa 3 Ronde

Catatan Thamrin Dahlan

“…Bagi orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan (iaitu) kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika menemui Tuhannya…” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Selamat berbuka puasa di hari ke 13 Ramadhan 1442 Hijriah.  Ketika berbuka puasa atau lebh dikenal dengan sebutan ifthar / tajil  coba hilangkan rasa dendam. Rasa dendam menahan lapar dan haus setelah 14 jam lebih, janganlah diumbar, terlalu banyak makan dan terlalu cepat, kasihan dengan lambung.

Alangkah baiknya bila mampu mengatur pola berbuka puasa itu secara bertahap, agar mempunyai nilai tambah dipandang dari sisi keimanan dan sudut pandang kesehatan.

Pola ini hanya sebagai suatu alternatif berupa pola berbuka puasa dalam 3 tahapan atau saya menyebutnya 3 ronde seperti pertandingan tinju saja.

Insya Allah bila kita menlaksanakan pola ini kita akan mendapatkan kemenangan, karena sesuai dengan anjuran Nabi Besar Muhammad SAW tentang pola makan yaitu : makanlah diwaktu lapar, berhenti sebelum kenyang dan isi lambung dalam 3 bagian, bagian pertama nasi dan lauknya, bagian kedua isi dengan air dan bagian ketiga dengan udara.

Adapun ketiga ronde itu seperti uraian berikut

Ronde Pertama :

Setelah beduq azan maghrib dikumandangkan, maka minumlah seteguk air teh manis hangat, kemudian bacalah doa buka puasa. Kemudian nikmati satu, dua atau paling banyak 3 butir kurma . Minum lah lagi kalau masih terasa haus, sehingga terasa sekali nikmatnya.

Stop disini,  lanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah di masjid, seandainya masjid itu lokasinya dalam jangkauan. Akan terasa enteng karena tubuh telah bertenaga kembali setelah meminum dan makan hidangan tajil manis tersebut.

Ronde Kedua,

Makan kue atau juadah makanan kecil setelah shalat maghrib. Ada cendol, kolak, atau hidangan kecil lainnya, silahkan sambil santai melepaskan lelah.  Biasanya perbedaan waktu Shalat maghrib dengan Shaalat isya tidaklah terlalu lama yaitu sekitar 45-50 menit.

Upayakan jangan makan nasi dulu. Bersiap menunaikan ibadah shalat Isya dan shalat taraweh di rumah  karena pandemi covid 19. Shalat tarawih  terasa nyaman, karena perut belum lagi terlalu kenyang dan bisa melakukan shalat dengan tertib.

Ronde Ketiga

Makan besar, atau makan nasi dan lauk pauknya  dilakukan setelah shalat tarawih.  Tidak terlalu malam sekitar Pukul 20.00.  Perut sudah lapar dan kenikmatan makan lebih bisa dirasakan karena secara emosional beban tugas sudah dilaksanakan.

Sobat. Ketika makan tidak usyah terburu buru, nikmati setiap suapan nasi bersama keluarga. Itulah rutinitas berbuka puasa yang kami dawamkan, dan tradisi ini adalah warisan dari Alm Ayahanda Haji Dahlan Bin Affan dan Alhm Ibunda Hajjah Kamsiah Binti Sutan Mahmud.   Semoga Arwah beliau dilapangkan di alam kubur,  Aamin Ya Rabbal Alamim

  • Salam Literasi
  • BHP 13 Ramadhan  1442 H
  • YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed