oleh

Diberi Kekuatan Puasa Tarwiyah dan Arafah Ditengah Isolasi Mandiri

-Islam, YPTD-Telah Dibaca : 175 Orang

 

Syukur Alhamdulillah walaupun dalam konsdisi Isolasi Mandiri beserta istri diberi kekuatan Puasa.  Ibadah puasa Tarwiyah dan Arafah 2 hari berturut turut 8 dan 9 Dzulhijah 1442 Hijriah. Betapa nikmatnya berpuasa terutama ketika tiba waktu shalat Magrib sebagai tanda bisa makan dan minum.

Kondisi kesehatan pasca swab positif covid 19 berangsur pulih. Niat kuat menjalankan ibadah puasa bukan sekedar ritual namun lebih jauh dari itu kita mengharapkan perjalanan hidup dan kehidupan kedepan menjadi lebih baik.  Kehidupan nan penuh nauangan lindungan dan Redha Allah SWT.

Berdasarkan tuntunan Para Ustazd berdasarkan Al Qur’an dan Hadist mencontohkan bagaimana Sunnah Rasulullah Nabi Muhammad mengamalkan ibadah maksimal di 10 hari pertama Bulan Dzulhijah.

Ibadah 10 hari awal Bulan Dzulhijah sangat dianjurkan bersebab banyak amalam ibadah dengan pahala yag luar biasa.

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Allah SWT dengan segala keagungannya sangat menyayangi hamba-hambaNya. Salah satu keagungan Nya yakni dengan memberikan nikmat kepada hambaNya berupa nikmat sehat, rezeki dan juga waktu. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari empat bulan haram, yaitu Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Keutamaaan yang Allah tetapkan di empat bulan haram tersebut adalah dilipatgandakannya pahala bagi seorang yang mengerjakan amalan shalih, sehingga seorang hamba akan lebih giat melakukan amalan kebaikan pada bulan-bulan tersebut.

Bulan Dzulhijjah sebagai salah satu bulan haram memiliki keistimewaan, salah satunya yakni pada 10 malam pertama bulan Dzulhijjah. Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘Anhuma, dari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

5 Amalan rahasia selama 10 hari Pertama Dzulhijah berdasarkan Kajian Ustazd Adi Hidayat

  1. Sholat

Sholat termasuk amalan yang apabila dikerjakan di sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah akan mendapatkan keutamaan hari itu. Sholat yang bisa dikerjakan bukan hanya fardhu melainkan juga yang kategorinya sunnah, seperti tahajud dan dhuha.

Salah satu keutamaan yang didapatkan apabila menjalankan sholat di hari itu ialah ibadahnya akan dicintai Allah SWT. “Sholat dengan benar, di tanggal satu Djulhijjah sholat anda menjadi sholat yang dicintai Allah SWT,”

  1. Infak

Pada sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah, infak menjadi salah satu amal sholeh yang dicintai Allah SWT. Infaq pada hari-hari yang dimaksudkan itu tidak perlu bersusah payah dengan memberi sesuatu yang sulit dicukupi. Bahwa infaq bisa saja dengan nominal yang mudah dicukupi atau disiapkan di waktu-waktu sebelumnya.

  1. Baca Al Quran

Ustadz Adi Hidayat menganjurkan untuk memperbanyak membaca Al Quran di sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah. Menurutnya, membaca Al Quran di hari-hari itu harus lebih banyak dibandingkan waktu biasanya agar mendapatkan keutamaan.

     4.Puasa

Salah satu amal sholeh yang bisa dikerjakan saat Bulan Dzulhijjah ialah ibadah puasa. Puasa di sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah merupakan langkah cepat untuk mencakup ganjaran amalan-amalan lainnya. Menurut Ustadz Adi Hidayat saat orang berpuasa seluruh amalan-amalan sholeh baik wajib maupun sunnah pasti akan dikerjakan.

Untuk jenis puasa yang bisa dilakukan ialah sesuai kemampuan masing-masing. Bisa setiap hari dari tanggal satu hingga sembilan. “Ada rahasia yang dengan amalan ini, seluruh amalan lain bisa tercakup, yaitu puasa,” kata Ustadz Adi Hidayat.

  1. Qurban

Ibadah yang bisa dilakukan pada puncak Bulan Dzulhijjah ialah berqurban atau menyembelih hewan untuk dibagikan ke sesama. Dengan qurban, seseorang akan mendapatkan keutamaan di sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah, meskipun dilaksanakan pada hari kesebelas hingga kedua belas.

Puncak Ibadah Hari Arafah: Senin , 9 Dzulhijjah 1442H / 19 Juli 2021.

Selami jadwal berikut,

 

  1. Tidurlah lebih awal di malam Arafah untuk Saving Energy, persiapan ibadah penuh pada Allah SWT.

 

  1. Bangun Sebelum Subuh. Makan sahur secukupnya sambil berniat Puasa Arafah.

 

  1. Lakukan Sholat Tahajjud Minimal 4 rakaat.

Berdoa dikala sujud untuk kebaikanmu dunia-akhirat. Jangan lupa teteskan air mata. Kalau ngga bisa, paksain buat nangis.

Smoga Rahmat & Ampunan Allah SWT turun untuk mu di malam itu. Tutup Tahajjudmu dengan Sholat Witir.

 

  1. Jelang Subuh Manfaatkan Waktu Tersebut Dengan Beristigfar sehingga engkau termasuk golongan orang yang Beristigfar dikala sahur (وبالأسحار هم يستغفرون)

 

  1. Siap-siap Sholat Subuh. Menjelang Azan, gunakan sejenak untuk Muhasabatunnafsi (introspeksi diri).

Ambil wudhu dan rasakan ketika itu dosa-dosa mu gugur satu per satu bersama tetesan akhir air wudhumu.

 

  1. Jangan Lupa Baca Doa Setelah Wudhu.

 

  1. Sholat Subuh Berjama’ah. Bayangkan jika itu adalah shalat terakhirmu.

 

  1. Lalu Duduk Bersila, Teruskan dengan Berzikir.

Awali zikirmu dengan Takbir.

 

  1. Setelah itu Lanjutkan Dengan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istigfar dan Seterusnya, juga baca Azkar Pagi hingga masuk Waktu Syuruq.

 

  1. Setelah Berlalu 15 menit Pasca Syuruq Sholat lah 2 Rakaat Agar Ibadah mu pagi itu tercatat sama pahalanya dengan Haji & Umrah. Jangan sekali-kali engkau sia-siakan kesempatan itu.

 

  1. Setelah itu, Boleh Pilih; Istrahat Atau Gunakan Seluruh Kesempatan Itu untuk Berzikir, Tilawah Qur’an dan Berdoa.

 

  1. Atau tidur Satu Jam dengan niat saving energy untuk Ibadah Selanjutnya.

 

  1. Bangun tidur langsung Berwudhu dan Sholat Dhuha Minimal 4 Rakaat.

Lakukan variasi ibadah untuk menghindari kejenuhan.

 

  1. Sholat Dhuhur Berjama’ah.

Lalu Bertakbir, Bertasbih dan baca Al-Qur’an.

 

  1. Jika Memungkinkan, Akses Internet, buka Program yang Menyiarkan Live Khutbah Arafah. Simak pesan-pesan khutbahnya. Ikrarkan diri tahun ini adalah tahun penerapan pesan-pesan Ilahi seutuhnya dalam kehidupan mu sehari-hari.

 

  1. Shalat Ashar Berjama’ah, sambung dengan Takbir dan azkar sore.

 

  1. Baca Al-Qur’an hingga Menjelang satu jam sebelum Magrib.

Lalu mulailah berdoa dengan khusyu. Coba bayangkan engkau sedang berdiri di hadapan Allah Rabbul ‘izzati wal jalal. Jangan lupa mendoakan saudara-saudari muslim diamanapun mereka berada.

 

  1. Berdoa juga pada Allah agar Sebelum Matahari terbenam engkau telah terbebas dari Siksa Neraka.

 

  1. Semoga Engkau Mendapat taufik & inayah dari Allah dalam Menjalankan tips-tips ibadah & Ketaatan ini.

Dan mudah-mudahan juga Allah yang Pengasih dan Penyayang menerima segala usaha, amal shaleh dan permohonanmu.

 

  1. Ketika Azan Magrib berkumandang, pastikan engkau langsung ta’jil buka Puasa.

Ingat, doa orang berpuasa tidak pernah ditolak oleh Allah SWT.

 

  1. Jangan lupa Mengingatkan Keluarga, kerabat, Sahabat serta orang-orang yang engkau cintai dengan amalan agung ini.

Syurga terlalu luas kalau hanya kita masuki seorang diri.

 

  1. Insya Allah Surga Firdaus dengan segala Kenikmatannya kan Menanti Mu.

 

Jangan Katakan Saya Tidak Bisa melakukannya Tapi Berusahalah Insyaallah Allah Akan Memberikan Kita Kemudahan, Kelancaran serta Keberkahan.

Insha Allah tuntunan ini menjadi pedoman sepanjang Hari Arafah.  Berupaya se optimal mungkin berdoa mohon pengampunan di hari yang penuh berkah dan sejarah ke nabi an.

  • Salam Literasi
  • BHP, 19 Juli 2021
  • YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed