oleh

Yakinlah Anda Mampu Menyelesaikan Pekerjaan

-Islam, Pendidikan, Peristiwa, YPTD-Telah Dibaca : 197 Orang

Pantun Pekerjaan

  • Mintalah ampun atas kesalahan
  • Allah berikan tugas sesuai kemampuan
  • Seberat apapun beban pekerjaan
  • Yakinlah anda mampu menyelesaikan

Alhamdulillah masih dalam posisi Isolasi Mandiri hari ke 17 produksi menulis sudah semakin meningkat.  Memang ada staqnant di 5 hari pertama sejak dinyantakan Swab Positif Covid 19.  Banyak sekali  dorongan semangat dari teman teman baik dari keluarga, sahabat penulis maupun dari  karib alumni yang terus memberi motivasi bangkit menulis.

” Ayo Pak Haji Menulis lagi,…”

Awak paksakan membuka Personal Computer.  Ada rasa jengah seperti juga dirasakan ketika makan.  Pahit, selera makan down.  Untunglah kami sekaluarga komitment memaksakan diri.  Apapun rasa makanan kami dorong dan telan dengan minum.  Sesuap demi sesuap.  Kami yakin inilah cara terbaik untuk memperbaiki kondisi tubuh  lemah.

Proses seperti itu awak rasakan juga pada pekerjaan menulis. Akhirnya satu tulisan posting di hari ke 6 paska Isolasi Mandiri. Memperoleh apresiasi dari sahabat ketika membaca posting Thamrin Dahlan di sosial media sungguh sangat menggembirakan.  Tulisan share ke Facebook,  website Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) terbitkanbukugratis.id maupun kompasiana.com serta share tulisan di Whats App Group.

Inilah bukti bahwa tulisan itu memiliki roh ketika dibaca dan di apresiasi dalam bentuk komentar. Serta merta secara psikologis rasa percaya diri memberikan kontribusi positif pada kesehatan tubuh. Semangat tumbuh dan selera makan lambat laun semakin baik. Mulai berkeringat ketika berjemur dan olahraga ringan di sekitar rumah.

Saudaraku,.Pekerjaan adalah tanggung jawab.  Walaupun sudah 11 tahun pensiun, awak aktif selain menjadi Dosen juga di Bidang Literasi. Pekerjaan yang menyenangkan tanpa beban. Namun ketika kondisi tubuh melemah dalam posisi Isolasi Mandiri maka perlu semangat dan semangat untuk bangkit.

Di hari hari Isoman, awak yakin pekerjaan yang diberikan Allah SWT mampu dilaksanakan dan diselesaikan.  Syarat utama adalah menjalankan seluruh ibadah secara kaffah, sehingga proses dalam pekerjaan tersebut atas redha Tuhan Yang Maha Esa menjadi mudah dan lancar.

Sebenarnya Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang paham betul akan kemampuan setiap hamba Nya. Oleh karena itu kenapa juga kita menolak dan menghindar dari pekerjaan yang ada didepan mata. Yakinlah Anda Mampu Menyelesaikan Pekerjaan

Ilustrasi gambar seekor semut mengangkat beban berat hanya suatu percontohan saja. Makhluk kecil itu mampu mengangkat beban yang melebihi berat dari badannya.  Artinya Allah SWT memberiian kemampuan tersebut.  La haulawallah  Quata Illah billah Halliul  Azhiem.

Terkait denga pekerjaan ada baiknya mengambil referensi dari satu tulisan yang mungkin bisa menggugah semangat kita.

Sejatinya dalam hidup, kita tidak mungkin bisa sepenuhnya lepas dari masalah. Satu masalah selesai, maka bersiaplah dengan masalah lainnya yang bisa lebih ringan dan bisa lebih berat. Tentang masalah hidup sebagai sebuah ujian ini, ingatlah bahwa Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:  Allah Tidak Akan Menguji Hamba-Nya di Luar Batas Kemampuannya

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Dari ayat ini kita bisa pahami bahwa batas kemampuan setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi ujian dari Allah. Misalnya ujiannya para Nabi dan Rasul pasti lebih berat dari kita manusia biasa.

Sebut saja Nabi Muhammad SAW harus menghadapi kaum jahiliyah yang setiap saat meneror dan mengancam keselamatan nyawanya. Begitu pula Nabi Nuh as yang berdakwah hampir seribu tahun tetapi hanya mendapat segelintir umat yang bersedia mengikutinya.

Ayat di atas juga menjadi pengingat bagi kita saat sedang terpuruk dan banyak beban hidup. Kita sebagai orang beriman harus senantiasa berserah diri kepada Allah di samping selalu berusaha sekuat kita. Kemudian, kita sebagai manusia yang diciptakan Allah sebagai tempatnya salah dan lupa juga harus selalu mohon ampun kepada-Nya, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Pemberi Pertolongan. Janji Allah atas ujian bagi manusia itu juga ditegaskan dalam ayat lainnya.

Allah berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Maka dari itu, ujian demi ujian yang silih berganti harus selalu kita lalui dengan tetap melibatkan Allah.

Hikmah Isolasi mandiri ketika kita mendapat bantuan dan hadiah dari para sahabat, kini giliran keluarga memberikan balasan atas kebaikan tersebut. Kurma Ajwa dan Labu kuning, kami hadiahkan kepada 2 sahabat yang sedang dirawat di Rumah Sakit  InshaAllah segera pulih.  Demikian juga berbagi kepada sanak saudara, kaum dhuafa sesuai dengan kondisi ternyata ber sedekah (infaq) menciptakan suasana kebahagian  dalam rumah tangga.

Melalui fasilitas mobile banking yang sangat membantu bersebab tak bisa keluar rumah, sekeluarga sepakat membantu saudara saudara yang sedang menerima musibah.  Tidak lah begitu banyak namun bentuk kepedulian itulah setidaknya memberikan kelegaan dari sahabat karena mereka merasa tidak sendiri.

Daging hewan qurban melebih dari cukup.  Keluarga menerima dari beberapa Panitia Qurban .  Alhamdulillah bisa kembali menyalurkan daging tersebut kepada saudara terdekat. Inilah nikmat berbagi ada rasa kegembiraan dan kesenagan hati tak terhingga bisa saling membantu.

Point yang ingin disampaikan disini adalah bahwa dalam kehidupan keseharian selalu ada pekerjaan yang wajib kita selesaikan. Kita wajib yakin bahwa amanah itu bukan sia sia diberikan Allah SWT. Ada rasa tanggung jawab untuk mengerjakan amanah itu dengan baik sampai tuntas.  InshaAllah selama kita melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT selalu ada jalan kemudahan untuk menyelesaikan perkerjaan tersebut.

Haqqul Yaqin.

Wallahu a’lam.

  • Salam Literasi
  • BHP, 21 Juli 2021
  • YPTD

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed