oleh

Jangan Merasa Lelah Wahai “Angin,” Kibarkan Terus Bendera Merah Putih

-Literasi, YPTD-Telah Dibaca : 102 Orang

  • olisi Tentara aparat negara
  • Setia mengabdi Indonesia raya
  • Berkibarlah bendera merah putih di angkasa
  • Penanda NKRI tetap berjaya

Bendera itu tidak akan berkibar kalau tidak tertiup angin.  Seberapa penting bendera berkibar dibanding hanya terkuncup di ujung tiang tinggi. Apa makna sejati dari berkibar.

Pada dasarnya bendera berkibar bersebab dia begerak.  Atas pertolongan angin sehingga  bisa kelihatan merah putih melambai lambai diangkasa sana. Artinya bendera di tiang tinggi itu tidak selalu berkibar.  Tak ada angin bertiup maka dia hanya diam saja tak berdaya.

Dalam kehidupan demikian pula.  Kehidupan seorang dunia dinilai seberapa besar manfaat keberadaan dirinya bagi orang lain (banyak). Seandainya hidup ini hanya diam, untuk diri sendiri saja maka bolehlah dikatakan “dia” seperti bendera nan tidak berkibar.

Intinya bergerak.  Sunatullah ikhtiar, perihal berhasil atau gagal itu sudah domain Allah SWT, Tuhan Yang Maka Kuasa. Selaiknya manusia jangan sampai memposisikan dirinya seperti bendera.  Tak elok itu, bendera tugasnya hanya sebagai simbol saja.  Dia baru bergerak kalau di gerakkan.

Sebenarnya kasihan melihat kehidupan ketergantungan seperti itu. Kenapa tuan dan nyonya tidak menjadi penggerak.   Menggerakkan diri sendiri dalam kegiatan sosial so pasti sudah termasuk menggerak kan orang lain.  Mari berkontribusi dan berpartisipasi melaksanakan kegiatan bermanfaat di tengah masyarakat.

Jadi ada hubungan siqnifikan antara angin dengan berdera.  Angin seyogyanya berfungsi sebagai penggerak.  Bendera pada ghalibnya adalah benda mati. Tak berdaya sama sekali.  Dia akan diam sepanjang masa tak berkibar. Itu kalau bendera tidak anda pasang di depan rumah pada Bulan Kemerdekaan Agustus. Tuh sudah himbauan dari Pemerintah sampai ke RW T.

Oh ya sebelum lupa sebenarnya menggerakan bendera tidak selalu angin. Bendera dan angin itu hanya untuk  Bendera Merah Putih atau bendera partai yang di tanam di depan gedung tempat mengantor ketua umum.   Bendera ternyata bisa berkibar ketika anak anak muda atau siapa saja yang membawa kain ukuran standard itu pada event event tertentu.

Bendera kesayangan suporter sepak bola.  Lihat sendiri betapa kuatnya jack mania atau bonek mengkibar kibarkan bendera klub sepakbola. Ya sekali lagi bendera adalah benda atau makhluk mati.  Perlu ada gerakan yang menjadikan bendera dilirik orang.

Ech ngomong ngmong apakah Anda sudah memasang bendera di depan kediamann.   Tunjuukan rasa kebangsaan dan  nasionalisme kita.  Bulan Agustus di tanggal 17 merupakan hari istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia dimanapun dia bverada.

Slogan Merdeka atau mati sudah selesai.  Kini Merdeka atau Bebas Pandemi Covid 19.  Inilah slogan yang patut terus di dengung dengungkan agar kehidupan Rakyat Indonesia  menjadi normal kembali. Patuhi Protokol Kesehatan, Ingat Pesan Ibu : Pakai masker, Mencuci Tangan dan Hindari Kerumunan.

Perhatikan lamat lamat dokumentasi pas photo berikut ini.  Anda pasti kenal terutama generasi 70 tahun kebawah.

Yes awak dan teman sekjawat seakngkata. masih ingat kan bagaimana menggelegarnya Almarhum Gombloh dengan semangat juang 45 ketika meneriakan lagu Bendera. “Berkibarlah Bendera Negeriku”   Lagu dari musisi legendaris Tanah Air, Gombloh. Lagu yang diciptakan Gombloh pada 90-an ini kemudian menjadi salah satu lagunya yang paling terkenal.
Berkibarlah Bendera Negeriku by  Gombloh.

Berkibarlah bendera negeriku

Berkibarlah engkau didadaku

 

Tunjukkanlah kepada dunia  

Semangatmu yang panas membara

 

Daku ingin jiwa raga ini

Selaraskan keanggunan

 

Daku ingin jemariku ini

Menuliskan kharismamu

 

Berkibarlah bendera negeriku

Berkibar di luas nuansamu

Tunjukkanlah kepada dunia

Ramah tamah budi bahasamu

 

Daku ingin kepal tangan ini

Menunaikan kewajiban

Putra bangsa yang mengemban cita

Hidup dalam kesatuan

 

Daku ingin jiwa raga ini

 Selaraskan keanggunan

Daku ingin jemariku ini

Menuliskan kharismamu

Angin makhluk Tuhan yang suka berubah ubah. Kita berharap bersahabat dengan angin yang selalu menyampaikan / memberikan berita baik.  Berita menyeyangkan untuk alam semesta  dalam bentuk hembusan atau tiupan sepoy sepoy basah menyejukkan. Bukan dan jangan Ya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang  kami dilanda Angin Topan dan sejenis angin puting beliung.

Point yang ingin awak sampaikan disini adalah bahwa bergerak adalah tanda kehidupan. Tak pandang usia, profesi dan kondisi sosial ekonomi apalagi politik.  Mari bergerak seperti angin. Mari berbagi. Mari aktif produktif memberikan terbaik untuk kemaslahatan warga di lingkungan terdekat.

Jangan Merasa Lelah Wahai “Angin,” Kibarkan Terus Bendera Merah Putih

  • Salam Literasi
  • BHP 3 Agustus 2021
  • YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed