oleh

Meriah Perlombaan Hari Kemerdekaan BHP

-Gaya Hidup, Hiburan, Peristiwa, YPTD-Telah Dibaca : 196 Orang

Sungguh sangat meriah perlombaan di BHP.  Betapa tidak warga RW 06 Kelurahan Dukuh tumpah ruah di Halaman Masjid Baiturrahman.  Bukan saja anak anak yang semangat memenangkan perlombaan, justru orang tua tidak mau ketinggalan.

Perayaan kemerdekaan ke 77 tahun 2022 dimeriahkan  dengan lomba .  Jauh jauh hari Panitia telah menginformasikan melalui spanduk dan jaringan Whats App Group terkait jenis lomba yang akan diadakan. Formulir pendaftaran pun sudah didistribusikan melalui Ketua RT untuk disampaikan kepada warga.

Segala macam jenis perlombaan di laksanakan setelah Upara Bendera 17 Agustus 2022.  Hari Kamis anak anak mulai berdatangan, di antar Ibu Bapak Tersayang.  Mereka juga mengenaka busana kemerdekaan merah putih. Sayang anak di pangku sayang anak diajak memeriahkan kemerdekaan.

 

Pertama anak anak di kumpulkan di serambi dalam mesjid.  Panitia telah menyiapkan kertas, pinsil berwarna serta tempat tatakan menggambar.  Lumayan banyak anak anak mengikuti lomba mengambar.

Ayah Ibu bijaksana membiarkan anak tersayang menggambar.   Bebaskan mereka ber kreasi.  Sudah pasti sejak dari rumah sudah berangan angan mau melukis gambar apa. Juri sibuk berkeliling memperhatikan dan menilai karya lukis anak anak BHP

 

Sudah pasti ada lomba makan kerupuk.  Lomba menangkap ikan dan lomba lomba lainnya khas anak anak.   Anak anak bebas mau mengikuti lompa apa saja yang mereka senangi.  Inilah makna merdeka yaitu memberikan peluang sebesar besarnya ke pada anak anak agar mereka berani tampil.

Tentu saja meriah, sorak sorai penonton khusnya kaum ibu ibu menyemangati anak tersayang.  Bukan soal menang kalah tetapi memberikan kesempatan anak anak menunjukkan kemampuan adalah salah satu cara mendidik terbaik. Hadiah bukan segalanya, tetapi bila mendapat hadiah merupakn penghargaan atas prestasi

Lomba Bapak Bapak Ibu lain lagi.  Ada perlombaan kecepatan memasukkan benang kedalam jarum.  Panitia ketat mengawasi para peserta.  Syarat utama tidak boleh memakai kaca mata.  Tentu saja bagi para manula lomba ini tetap di ikuti.  Intinya bagaimana meramaikan itu saja Walau tidak berhasil memasukkan benang kedalam lobang jarum. .

Demikian pula Bapak Ibu berbaur lomba memasukka butir Kacang Kedelai kedalam mangkok.  Memasukan bukan mudah bersebab cara memindahkan kacang kedelai itu wajib menggunakan sumpit.  Tentu susah sekali kecuali bagi emak emak yang acap makan mie pangsit.

Ibu ibu bersiap lenggang lenggok bak pragawati.  Mungkin mencontoh Cicayam Fashion Show.  Llomba ibu ibu menjunjung tampa.  Ini bukan persoalan mudah.  Namun bagi Ibu ibu keturunan Minang Kabau sudah terbiasa menjungung tampah.  Oleh karena itu berjalan cepat sementara diatas kepala ada tampa akan mendapat nilai  apabila tampa itu tidak jatuh sampai di garis finish.  Nilai tambah diberikan kepada Emak emak yang paling banyak bergaya lenggang lenggok .  Kata Panitia.

  • Salamsalaman
  • BHP. 23 Agustus 2022
  • YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan