oleh

Rezeki Datang Tak Pandang Pandang

-Islam, Peristiwa, YPTD-Telah Dibaca : 90 Orang

Rezeki Datang Tak Pandang Pandang

Catatan Perjalanan Thamrin Dahlan

Rezeki itu datang tak pandang pandang. Karunia dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Memberi rezeki tak pandang waktu, tempat atau dimana saja bisa diterima selama hayat masih dikandung badan. Hakekat rezeki memang demikian. Awak merasakan sendiri ketika sedang dalam penerbangan ke Padang Sumatera Barat ternyata karunia menghampiri.

Peristiwa tak terduga terjadi ketika berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Bandara Minang Kabau Sumatera Barat. Inilah perjalanan muhibah pulang kampong bersebab ada acara keluarga. Jum’at 20 Desember 2019 menggunakan maskapai penerbangan anak Garuda City Link berangkat tepat waktu pukul 07.30.

Seperti posting sebelumnya tentang Barpantun di Udara kisah ini adalah urutan pengalaman rohani. Ketika sudah menempati tempat duduk sesuai nomor seat seorang ibu muda meminta ganti atau tukar tempat duduk. Pasalnya disebelah adalah putranya masih kecll sedangkan dia mendapatkan seat di belakang.

Serta merta awak bersedia, segera berdiri dan menempati tempat duduk yang hanya satu baris dibelakang. Ternyata tempat ini malah lebih luang untuk lutut. Wajar saja ini barisan tempat duduk pintu emergency atau gawat darurat. No Problem membantu seorang Ibu Muda. Oh yang duduk disebelah adalah suami sang ibu.

Mereka liburan ke Padang bersama 2 putra dan seorang pembantu. Itulah sebabnya tempat duduk terpisah. Pesawat pun take off dengan baik, cuaca cerah tanpa goncangan ketika menembus awan. Sinyal seat bel padam, artinya penumpang bisa ke kamar kecil. Enaknya duduk di pinggir lorong sesuai keinginan sehingga ketika ingin keluar atau berdiri tidak merepotkan penumpang sebelah menyebelah.

Toilet di bagian belakang belumlah begitu antri penumpang berhajat sehingga kebelakang lebih leluasa.

Tercium aroma syedap makanan yang sedang disiapkan crew pesawat untuk penumpang. Wah nanti dapat sajian makan neh awak berujar ke pramugari.

” Ya betul pak, tetapi khusus penumpang membeli tiket via pesanan by tiket.com. ”

Oh paham kami memesan dari travel lain sehingga tidak mendapatkan bonus masakan panas..

Dalam hati terbersit, enak juga ya ada makanan gratis dengan janji dikemudian hari ingin ikut pula memesan biaya perjalanan via tiket.com. Bisa jadi ini persaingan bisnis, siapa paling banyak memberikan kemudahan dan kenyamanan passenger akan memikat penumpang.

Memag betul travel ini kelihatanya serius benar ber promosi sehingga didalam pesawat iklan tertebar di seluruh tempat penyimpanan barang (cabin)

Awak mulai menulis di buku catatatan. Menggunakan waktu luang kenapa tidak selama 1 jam 45 menit. Mudah mudahan bisa selesai satu artikel. Pramugari mulai menyebut atau paling tepat mengingatkan para pemumpang yang membeli tiket by tiket.com. Keluarga muda tadi ternyata mendapatkan 4 bonus nasi uduk.

Oke , terus saja menulis denan harapan nanti di bandara bisa segera beli nasi goreng.

” Bapak, berkenankah menerima nasi uduk kebetulan anak saya tidak mau, dia mau pesan nasi goreng saja”

Demikian tawaran Kang Didit teman duduk disebelah. Awak terbelalak dan merasa surprise, ternyata doa di belakang tadi cash rupanya..

Tentu saja tawaran tersebut diterima dengan senang hati. Ungkapan terima kasih kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki mengabulkan doa melalui teman disebelah.

Subhanallah, Allah Akbar. Ternyata Allah Maha Besar dimana rezeki datang tak pandang pandang. Bahan di udara sesuatu nan tiada terduga rezeki selalu mengikuti.

Ayahanda Almarhum Haji Dahlan bin Affan ketika kami masih Kampong Tempino Jambi mengatakan

” Sebenar benarnya rezeki itu adalah apa yang engkau makan dan kau pakai”

Almarhumah Ibunda Hj. Kamsiah binti Sutan Mahmud menambahkan

“Harta, mobil, uang di saku atau di Bank serta pakaian bertumpuk di lemari belum pasti rezeki ananda. ”

Itulah hakekat rezeki. Oleh karena itu nikmatilah apa yang ada, apa yang dimakan dan dipakai dan selalulah berbagi kepada sesama manusia.

Point yang ingin disampaikan disini adalah

“Jangan kuatir tentang rezeki. Besar atau kecil semua telah diatur Tuhan Yang Maha Kuasa. Rezeki adalah hak kita dan tidak akan tertukar dengan rezeki makhluk lain.”

Bersedekahlah setiap hari. Nikmati kehidupan dengan pola hidup sederhana karena apa yang kita rasakan melalui pancaindra adalah rezeki yang sebenarnya.

• Hotel Novotel Bukit Tinggi
• 21 Desember 2019
• Salamsalaman

Komentar

Tinggalkan Balasan