oleh

Penerbit YPTD Menjalankan Kewajiban Menyerahkan Buku ke Perpustakaan Nasional

-Perpustakaan, YPTD-Telah Dibaca : 439 Orang

Lega,  Buku Tersimpan Aman di Perpustakaan Nasional

Rumahnya Buku ialah Perpustakaan.  Sungguh banyak perustakaan di negeri ini mulai dari perpustakaan pribadi, sekolah, museum, lembaga sosial sampai ke perpustkaan jalan, Perpustakaan Propinsi, Kabupaten dan Perpustakaan Nasional.

Hampir di setiap Gerdung Pemerintahan ada perpustakaan.  Hal ini menunjukkan betapa besarnya kepedulian Pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa memlalui peningkatan Gerakan Literasi Indonesia.

Selaku Penerbir Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan melaksanakan kewajiban menyerahkan buku buku yang telah diterbitkan.  Sesuai amanah Undang Undang  Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan karya Rekam.

Jum’at, 20 November 2020 YPTD menyerakhkan 51 Judul Buku ke Perpustakaan Nasional.  Bersama penulis Bang Nur Terbit, Bang Ajinatha, Syed Mukti Ali serta Pak Guru Ropiyadi kami mewakili  para penulis YPTD hadir di Gedung E Deposite Perpusnas Jalan Salemba Raya Nomor 28 A Jakarta Pusat.

Sesuai ketentuan UU No 13/2018 Pasal 4 setiap penerbit wajib menyerahkan 2 exp setiap judul buku. Alhamdulillah sejak YPTD mencanangkan Program Menerbitkan buku ber ISBN  tanpa biaya 19 Agustus 2020  telah menerbitkan lebih dari 65 judul buku.  Buku yang belum diserahkan masih dalam prosess cetak setelah memperoleh ISBN.

Artinya hanya dalam waktu 3 bulan antusias para penulis cukup besar menerbitkan buku.  Tentu  dengan harapan kedepan semakin banyak para penulis dari komunitas guru atau siapa saja bergabung di YPTD.

Petugas Perpustakaan Nasional terutama di bagian Deposite Mas Rizki melayanan kami dengan ramah da memberikan banyak informasi terkait sistem penyimpanan buku di perpusnas.

Gedung E lantai 7 dan 9 penuh sesak dengan buku.  Buku dan buku lagi, inilah tanda peradaban dunia. Dikelola oleh para ahlinya para Sarjana Perpustakaan dan Sarjana IT.

Para pegawai ini mendedikasikan ilmu nya kkarena kami yakin mereka sangat paham dalam memuliakan buku mulai dari menerima, sistem filling, merawat dan menemukan buku itu dikembali di rak rak nan rapi.   Seandainya tidak memakai sistem  yang canggih bisa dibayangkan bagaimana mengelola jutaan buku. .

Prosedure kami ikuti sesuai ketentuan, selanjutnya para petugas men chek buku perbuku kemudian di entri dalam sistem filling. Sebagai tanda bukti telah menyetorkan buku,  YPTD mendapat tanda terima yang berisi daftar buku yang telah diserahkan.

Lega, itulah perasaan nan membuncah dihati.  Kewajiban kepada penulis dan tanggung jawab kepada pemerintah dalam hal ini Perpustakaan nasional telah dituntaskan.   Teman teman yang ikut dalam peristiwa sejarah ini terlihat sangat puas  kagum melihat dengan mata kepala sendiri buku karya mereka menemukan rumah nya.

Buku tersimpan aman di perpustakaan terutama perpustakaan yang dikelola secara modern dan memiliki sistem filing profesional.  Itulah Perpustakaan Nasional asset Negara Kesatuan Republik Indonesia.

YPTD akan terus menerbitkan buku Ber ISBN tanpa biaya sebagai  bentuk komitment ikut berperan serta meningkatkan kualitas dan kauntitas Literasi Indonesia. Kehadiran kami  di Perpusnas seolah kami para penulis menemukan induk.  Induk dalam artian pekerjaan tulis menulis ini memiliki back up yang sangat kuat dengan kehadiran Perpustakaan Nasional.

Insha Allah 3 bulan kedepan YPTD akan menyerahkan buku karya gemilang patra penulis.  Buku buku itu seolah menemukan rumah nya.  Rumah yang aman, nyaman terjaga dan InshaAllah tersimpan rapi sebagai bukti jadi diri seorang penulis.

Terima kasih Perpustakaan nNsional

Salam Literasi

BHP, 201120

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed