oleh

Im Memoriam Brigadir Jendral Polisi (P) dr H. Eddy Saparwoko, Sp.JP, MM, MBA, DFM

-Edukasi, Peristiwa, YPTD-Telah Dibaca : 193 Orang

In Memoriam Brigadir Jendral Polisi (P) dr. H. Eddy Saparwoko, Sp,Jp, MM, MBA, DFM

Catatan Thanmrin Dahlan

Memotivasi anak anak agar mereka bergiat mencapai cita cita bisa dilakukan dalam Kelas Inspirasi. Dokter Polri mencanangkan Program Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi

Murid Sekolah Dasar kelas 4 sampai kelas 6 sudah pasti mempunyai cita cita. Masa depan cerah dan menjanjikan ditentukan melalui keberanian bermimpi. Masalahnya sekarang siapa yang menjadi idola anak berumur 6-10 tahun itu. Bisa jadi yang menjadi idola anak anak pemain bola sekelas Ronaldo atau Messi Atau artis top di bidang musik seperti Justin Beiber. Adakah anak anak yang mengidolakan bangsanya sendiri sebagai panutan untuk ditandingi. Pahamkah mereka jiwa juang 45 Jendral Soedirman. Tahukah mereka betapa pejuang kita berdarah darah bahkan sampai mengorbankan jiwa merebut kemerdekaan ? Seharusnya anak anak Indonesia mengidolakan para Pahlawan Indonesia dan kemudian menerbangkan mimpi agar mampu kelak memberikan yang terbaik untuk negeri.

Memang tidak salah sih mengidolakan orang top tingkat dunia, namun dari sisi perjuangan hidup apakah mereka bisa mencontoh kesuksesan selebritis tersebut. Kita tahu sendiri bahwa kepopuleran pesohor itu lebih kepada anugerah talenta. Bakat bawaan Ronaldo, Messi dan Justin tidak bisa diragukan lagi yang kemudian diramu oleh tangan tangan dingin sehingga mereka menjadi. Bisakah anak negeri Indonesia mencapai prestasi tingkat dunia dengan bakat yang dimiliki.

Sementara kondisi negri khususnya saat ini banyak masalah yang menimpa pelajar dii Indonesia anak SMP dan SMA seperti yang tertera dibawah ini :

  • prestasi akademik kurang memuaskan
  • kurang peduli lingkungan
  • kurang rasa hormat kepada orang tua
  • sering tawuran
  • terjerat narkoba
  • tersandung aksi kriminalitas

Itulah yang menjadi pertanyaan abadi bagi para pengamat dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana mempersiapkan generasi muda agar terbebas dari segala macam gangguan dan hambatan dalam mencapai cita cita. Sinyalemen tersebut diatas karena para pelajar kurang fokus terhadap tujuan hidup, tidak mempunyai cita cita yang jelas sehingga mudah terombang ambing. Seandainya saja kita mampu memberikan motivasi kuat kepda anak anak sehingga mereka focus terhadap cita cita bisa dipastikan anak anak itu akan terbebas dari pergaulan negative yang menggoda di tengah perjalanan menggapai mimpi.

Anies Baswedan menggagas satu program mengajar sehari dalam bentuk Kelas Inspirasi. Murid SD bisa mendengar langsung dari para pendahulu di kelas kelas masing masing tentang kiat sukses. Paling tidak anak anak belia ini menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa ada sosok bangsanya berdiri di depan kelas menceritakan tentang perjuangan tanpa lelah sehingga sukses mencapai cita cita.

Peduli dan Berbagi

Ide inilah yang ditangkap dan kemudian di dikembangkan oleh Brigjen Pol (P) dr Edy Saparwoko DFM, Sp JK untuk berbagi ilmu dan pengalaman di komunitas anak anak terdekat. Gebyar Kelas Inspirasi sudah berjalan beberapa tahun lalu, namun sasaran belum mampu meng cover seluruh wilayah negeri. Berangkat dari kepedulian kepada lingkungan sendiri maka digagas Program Dokter Polisi Mengajar Membangun Negri. Pengabdian tiada henti dengan cara melakukan hal hal yang kecil, mudah dan sederhana dari kita dan dilaksanakan sekarang juga.

Berdasarkan petuah tetua nenek moyang kita yang selalu menganjurkan agar dalam berbuat sesuatu dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang mudah dan terdekat serta dilaksanakan sekarang juga. Program ini mensasar memberikan inspirasi dan motivasi kepada Murid kelas 4- 6 SD Bhayangkari Komplek Polri Ragunan Jakarta Selatan. Secara bergilir dan terjadual Dokter Polri akan berdiri di depan kelas murid SD, menceritakan tentang Indonesia Raya dan membuka wawasan bahwa negeri kita ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pengalaman berbagi dan memberikan inspirasi kepada anak anak SD ini diharapkan akan melekatkan kenangan sehingga kesan tersimpan di memory permanent anak anak. Melalui methode sederhana Dokter Polisi (survival) akan menginspirasi anak anak. Inilah pengalaman baru bagi murid SD yang mungkin jarang ditemukan di kelas regular. Dengan demikian diharapkan motto mengajar sehari, seumur hidup menginspirasi mampu menanamkan jiwa juang anak anak agar mereka struggle mengejar impian.

Gagasan Pak Edy Saparwoko mantan Kapusdokkes Polri tentu saja tidak berhenti di wacana. Rabu 26 Agustus di Rest Kakara Steak RS Bhayangkara TK I RS Sukanto Jakarta, kami membahas program lebih detail bersama Dr Slamet Poernomo. Tak lama bergabung dr Ibnu Hajar, Kombes Pol Etti Margawati dan Kombes Pol Dr Mashudi Sp. S. Gayung bersambut. Rasa peduli itu terekam dalam satu tekad kebersamaan berbagi untuk anak bangsa.

Dokter Polri Membangun Negeri

Kita tidak ingin melepas anak anak Indonesia ke pasar bebas persaingan internasional dengan bekal seadanya. Anak anak harus dibekali dengan Ilmu Pengetahuan (science) Ketrampilan (Skill) dan Sikap Elegant (Atittude) sehingga mereka menjadi seorang professional di bidangnya. Anak Indonesa wajib mempunyai mimpi dalam realiitas cita cita setinggi langit dan kita semua wajib mengawal mimpi itu sampai di batas tujuan akhir.

Satu hal yang membuat hati trenyuh seperti disampaikan pak Eddy Saparwoko bahwa sekat sosial antar masyarakat kita tebal sekali. Sekat yang membatasi relung relung kehidupan Bangsa Indonesia tak mampu ditembus oleh saudara kita komunitas marjinal. Perhatikan, hanya dalam jarak geografis beberapa kilometer, nyata terlihat kesenjangan ekonomi dan jurang pengetahuan antar anak bangsa. Siapa lagi yang akan mendobrak sekat social itu kalau bukan kita .

Kepedulian berbuat bukanlah suatu pengorbanan, namun kerja nyata ini adalah tanggung jawab moral atas nasib bangsa. Bagi warga yang merasa terpanggil untuk berbagi di Program Dokter Polri Mengajar Membangun Negri merupakan ladang pahala untuk berbhakti. Ketika kita diberi rezeki dari Tuhan Yang Maha Kaya kenapa tidak sebagian anugerah itu tidak kita kembalikan dalam bentuk kepedulian kepada sesama terutama untuk lingkungan terdekat. Ketika mampu berbagi kenapa harus ditunggu lagi, Lakukan sekarang juga selama nyawa dikandung badan. Perlu diingat inilah salah satu rekam jejak yang akan mengabadikan pekerjaan mulia sebagai catatan berarti perjalanan hidup anak manusia.

Tindak lanjut dari Program Dokter Polri Mengajar Membangun Negeri akan di bahas pada hari Sabtu, 29 Agustus 2015 melibatkan Kepala Sekolah SD Bhayangkari Komplek Polri Ragunan. Insa Allah akan hadir para pihak yang peduli berbagi dari komunitas Kedokteran dan Kesehatan Pori guna mensinerjikan kekuatan nan terserak menjadi satu kekuatan luar biasa. Sembari menikmati kuliner maknyus di Resto Bakmi Mak Wong di kawasan Jeruk Purut Raya mari kita sukseskan Program Dokter Polisi Mengajar Membangun Negeri. Mari kita mulai dari sini, Insha Allah akan membumi di pelosok negri

Salamsalaman

BHP, 29 November 2022

TD

 

Komentar

Tinggalkan Balasan