oleh

Lis Sagu

Lis Sagu

Catatan Thamrin Dahlan

Nantilah awak jelaskan apa makna dari judul artikel ini. Lis Sagu.

Seorang jurnalis senior berpendapat begini

” Buat judul tulisan anda unik menarik ”

Ya Judul Tulisan ibarat pintu masuk sebuah rumah. Bila pintu terlihat indah menyenangkan aman nyaman tentu para tetamu bersedia masuk ke rumah .

Analog Tulisan. Tulisan dengan judul menarik unik lain dari pada lain serta menantang rasa penasaran pasti dibaca.

Oleh karena itu sebelum anda share tulisan ke media sosial coba amati, baca sampai 3 kali judul tulisan anda. Apakah sudah memenuhi kriteria tersebut diatas.

Bisa jadi judul tulisan di buat pada saat ada memulai mengetik berubah. Ya sangat mungkin terjadi muncul inspirasi ketika anda menyelesaikan paragraf terakhir.

Inilah salah satu pengalaman selama 12 tahun menulis di media sosial. Hambatan memikirkan atau akan memilih judul sering awak abaikan. Tulis saja apa yang berkeliaran dibenak, mengalir, terus menulis.

Luar biasa Tetiba muncul suatu keajaiban.

Keajaiban itu terjadibketika anda mendapat inspirasi istimewa tentang judul paling tepat untuk artikel.

Nah Lis Sagu. Itulah judul tulisan awak kali ini. Kepanjangan Lis Sagu persis seperti anda sudah duga sebelumnya yaitu Menulis Sambil Menunggu.

Inpirasi menulis tetiba muncul ketika awak duduk di suatu ruang rapat, Senin 7 November 2022. Rapat masih 30 menit lagi. Memang sudah terbiasa sebagai seorang Purnawirawan Polri. Disiplin waktu selalu hadir lebih awal. J – 30.

Pada waktu senggang menunggu itulah awak gunakan untuk menulis di handphone. Kebetulan belum begitu banyak peserta rapat hadir. Santai menulis seperti ini merupakan suatu hobby menyenangkan. Hasil dari menunggu rapat dimulai seperti artikel yang sobat baca kali ini.

Kiat sederhana menulis Tulislah segala sesatu yang menghampiri anda . Apa yang anda lihat, rasakan, dan alami. Menulis hal hal sederhana memiliki nilai manfaat dan jang lupa niatkan untuk berbagi semata mengharap redha Allah SWT.

Satu lagi perlu diingat. Upayakan patuhi kaedah jurnalis sejati. Hindari plagiat dan jangan menulis artikel tidak benar alias Hoax.

Alhamdulillah 12 tahun menulis awak posting lebih 4.000 artikel di media sosial. Tulisan nan terserak tersebut berhasil di himpun menjadi 50 Judul buku ber- ISBN.

Yuk Lis Sagu : Sesuai rangkain pantun berikut ini :

Lihat teralis berwarna perunggu

Dapur lemari tersimpan tungku

Mari menulis sambil menunggu

Terhindar dari melamun termanggu

Point yang ingin awak sampaikan disini adalah bahwa pekerjaan sebagai menulis dan pengajar adalah pekerjaan peradaban. 2 Profesi nan tida mengenal istilah kadaluarsa.

Semoga bermanfaat. Aamiin

Salam Literasi

Kramt Jati 7 November 2022

TD

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar