oleh

Tahlil Virtual

-Humaniora, YPTD-Telah Dibaca : 268 Orang

Tahlil Virtual

Catatan Thamrin Dahlan

Pandemic covid 19 memaksa manusia mau tidak mau wajib menyesuaikan diri. Penyebaran masif virus corona ditahan seoptimal mungkin . Warga harus disiplin mematuhi Protokol.Kesehatan  3 M.  Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial.  Manusia saling membutuhkan ketika menjalankan pola kehidupan. Siapapun dia dari rakyat sampai konglomerat kecuali  Tarzan yang hidup di rimba raya.   Manusia mustahil mandiri tanpa bantuan orang lain untuk memenuhi hajad kehidupan.

Apalagi bangsa Indonesia yang sangat terkenal dengan tradisi pul – ngumpul.   Silaturahim merupakan gaya hidup yang sangat melekat dalam kehidupan keseharian budaya nusantara.

By the way kehidupan harus tetap berjalan.  Tatap muka secara nyata memang sangat dianjurkan dikurangi.  Apabila tidak ada hal yang sangat urgent sebaiknya di rumah saja. Work, study, entertaint and all activity at home. Inilah pilihan terbaik  dalam keterpaksaan mengubah gaya hidup agar selamat dari penularan covid 19.

Manusia adalah makhluk sempurna dianugerahi Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa akal.  Sejak zaman dahulu teknologi sangat membantu manusia hidup lebih effektif dan effesien. Kemajuan teknologi Informasi dan Transportasi telah mengubah kehidupaan manusia menjadi lebih nyaman tanpa banyak menguras tenaga.

Contoh kemajuan teknologi transportasi menjauhkan yang dekat.   Dahulu kala umat Islam Indonesia ketika menunaikan ibdah haji memerlukan waktu lebih dari 4 bulan. Kemajuan teknologi terkini hanya memakan waktu kurang dari 9 jam Jamaah Ibadah haji dan Umroh telah tiba di Tanah Suci.  Kemajuan teknologie seolah menkondisikan anak manusia merasakan bahwa dunia ada dalam genggamannya, Ponsel benda ajaib itu dalam sekejab saja sudah bisa meng informasikan  apa yang terjadi dibelahan bumi.

Keberadaan Covid 19 tidak boleh menganggu siklus kehidupan manusia. Teknologie telah menawarkan berbagai pilihan virtual agar sesama manusia  tetap bisa berkomunikasi.  Berkomunikasi jarak jauh mengggunakan fasilitas aplikasi Zoom itulh tawaran paling populer yang saat ini banyak digunakan khalayak.

Wah kepanjangan ya pendahuluan.  Baiklah kembali ke pokok masalah berupa judul Tahlil Virtual. Sebagai seorang penulis yang memiliki motto penasehat, penakawan daan penasaran awak wajib paham benar apa itu kosa kata Virtual.

 

Berdasarkan penelusuran di google dan masuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat disimpulkan virtual itu bermakna Mirip. Nah dari sana mirip diartikan satu kegiatan dilakukan persis seperti di alam nyata.  Hanya saja teknologie menawarkan kemiripan itu berada dialam maya dengan bantuan internet.

Komunikasi tatap muka tetap bisa dijalankan hanya saja tidak secara fisik.  Jarak jauh itulah kosa kata yang tepat ketika manusia berkomunkasi mirip dengan dunia nyata.  Yes masih bisa saling menatap wajah dan berbicara seperti apa adanya namun tak bersentuhan..

Alhamdulillah.  Tahlil Virtual Kamis malam, 24 Desember 2020 Pkl. 20.00 berjalan lancar. Ide dari keluarga besar Almarhum Drs. H Tjendrawasih bin Jailani boleh diacungkan jempol.

Kaum kerabat serta Alumni Akademi Perawat Depkes Palembang di undang untuk hadir di acara Tahlilan Virtual.  Inilah pertama kali awak mengikuti Tahlilan jarak jauh.  Sebelumnya aplikasi zoom sangat akrab ketika menyampaikan kuliah jarak jauh, mengikuti webinar dan menyelenggarakan acarBedah Buku Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).

Susunan acara Tahlilan baku dalam artian ada pembukaan dari shahibul musibah.  Ustazd memimpin pembacaan Surah Yasin dan doa. Walau kami terasa jauh di kediaman masing masing nanum pembacaan Surah Yasin dirasakan seolah kami duduk bersebelahan di kediaman Almarhum Tjendrawasih.

Dari jauh namun terasa sangat dekat awak menyaksikan Kakanda Muchsin Hamzah (Palembang), Ayunda DR Komariah Alwi, Kando DR. Marsal Usman  serta sedulur Angkatan 4 : Saldanis Ismail (Bengkulu)  , Sudarman Sumrah , Taslim Wazir, Chasiana Sandury adinda Nofiah Ismail, Lukman (Palembang) serta Alumni Lintas Angkatan Akper Palembang.

Adinda Hasna istri Almarhum Tjendrawasih menyampaikan  ungkapan terima kasih baik untuk para tetangga yang hadir terbatas di rumah duka maupun kepada seluruh hadirin virtual by zoom.  Isak tangis terharu sedulur Hasnah yang juga Alumni Akper menyadarkan kami bahwa tiba satu saat giliran maut menjemput. Innalilahi wa inna Ilaihi rojiun.

Ada rasa haru merebak didada ini. Biarlah pandemi ini berjalan sampai akhir namun kehidupan silaturahim manusia tidak bisa dia tahan.  Kita harus bersabar dalam waktu cukup panjang tidak bisa bersalam salaman secara fisik.  namun persaudaraan itulah yang tidak boleh terputus.

Tahlil Virtual dan semacamnya seperti Tausyah Agama tidak akan terhenti.  Terpikir pula bagaimana memanfaatkan fasilitas zoom YPTD untuk menyelenggarakan acara halalbihalal, silaturahim, reuni atau pertemuan keluarga dalam skala kecil. Inilah yang bisa kita lakukan sementara ini melepas rindu walau berjarak jauh.

Salam Literasi

BHP251220

YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed