SERPIHAN CERMIN RETAK 22

SERPIHAN CERMIN RETAK 22 Tung Widut   “Ma, jangan keras-keras. Kita bicarakan di kamar. Nggak enak kalau dia    mendengar,” ajak pak Carlos. Tante Lindri tak mengindahkan ajakan pak Carlos.

SERPIHAN CERMIN RETAK 21

SERPIHAN CERMIN RETAK 21 Tung Widut Pak Carlos yang terbangun segera terperanjat. Tangan kanannya diletakan di bibir. Memberi kode pada sang ibu untuk diam. Lalu keduanya ke luar lamar. “Semalam

SERPIHAN CERMIN RETAK 14

SERPIHAN CERMIN RETAK 14 Tung Widut “Apapun alasannya, kamu harus selalu menemani. Sekarang kamu balik ke          rumah sakit. Aku yang mengantarkan orderan,” tangan Pak Carlos mencabut       kunci sepeda