oleh

Wajah Baru Gedung Juang Tambun

Makin ciamik penampilan Gedung Juang Tambun setelah revitalisasi(dokpri)

 

 

Ketika tayangan televisi gandrung menayangkan reality show berbau mistis, Gedung Juang Tambun kerap menjadi lokasi syutingnya. Bangunan khas Belanda bergaya art deco dengan tembok menjulang dan jendela lebar serta menjadi sarang kelelawar. Menjadikan gedung di jalan Hasanudin Tambun terlihat angker dan menyeramkan.

Warga Bekasi generasi old menyebut tempat sebagai “gedung tinggi”. Dibangun pada tahun 1906 dan bergaya klasik art deco era kolonialisme, Gedung Juang dahulunya merupakan milik saudagar kaya Tionghoa bernama Khouw Tjeng Kie yang diberi wewenang mengelola tanah partikelir alias Landhuis di sekitaran Tambun. Bisa dibayangkan betapa kayanya beliau saat itu deh.

Seiring waktu berjalan, tempat ini pernah di duduki Jepang, menjadi markas pejuang saat revolusi hingga menjadi kantor instansi pemerintah dan penulis pernah melancong ke Gedung Juang Tambun ketika menjadi perpustakaan daerah. Saat membaca sambil melihat arah jendela terlihat lalu lalang mobil yang melintas di jalan Hasanudin Tambun.

Kesan angker, kumuh dan tak terawat untuk kondisi Gedung Juang Tambun kini tak terlihat, di akhir tahun 2020, penulis yang saat itu bekerja di daerah Tambun dan saban hari melewati Gedung Juang Tambun, mendapati sekitaran halaman ditutupi pagar seng, sepertinya akan ada renovasi untuk gedung bersejarah di Tambun ini.

Tambun kini punya museum yang keren lho(dokpri)

 

Akhirnya wajah baru Gedung Juang terlihat lebih fresh dan kini seakan bertransformasi menjadi gedung yang terawat, tak ada lagi kepakan ribuan kelelawar menjelang magrib laiknya gedung tua yang tak terawat. Pihak pemerintah kabupaten Bekasi telah melakukan revitalisasi Gedung Juang Tambun menjadi Museum Digital Gedung Juang 45 Tambun.

Gelontoran dana APBD sebesar 36,9 milyar telah mengubah wajah tampilan Gedung Juang, ada kolam dan juga plaza terbuka yang bisa dinikmati pengunjung tanpa pagar pembatas, relief perjuangan yang dahulu berada di halaman depan dipindahkan ke samping gedung.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja secara resmi membuka Museum Digital Gedung Juang 45 Tambun pada tanggal 19 Maret 2021. Interior museum di isi perjuangan lintasan sejarah Bekasi, gedung terbagi dua lantai dan pengunjung dapat menikmati suasana museum yang ditata secara modern dan digital ini.

Saat sore hari ketika penulis berada di pelataran Museum tampak masyarakat antusias menikmati suasana nyaman Gedung Juang Tambun, menurut Ibu Lilis, ia mengajak kerabatnya untuk menikmati suasana sore dan ia bangga bahwa Tambun saat itu memiliki tempat yang bisa di kunjungi.

Untuk menuju Museum Digital Gedung Juang 45 Tambun, kalau dari arah Jakarta bisa melalui commuter line dan turun di stasiun Tambun, cukup berjalan lima menit dari stasiun dan melewati Pasar Tambun, nyampe deh ke Museum. Kalau naik angkutan umum turun di perempatan Bulak Kapal lalu dilanjutkan via angkot atau Elf dan turun persis di depan museum.

Sebagai warga kabupaten Bekasi, ya bangga doang punya museum yang megah dan modern ini, bahwa ada tempat bersejarah di Tambun yang kini layak untuk dikunjungi dan menjadi bangunan ikonik.Bukti bahwa perjuangan rakyat Bekasi untuk mempertahankan kemerdekaan itu tidak kaleng kaleng.

Bertambah dong tempat alternatif yang mesti di kunjungi saat berada di Bekasi, meski banyak orang mengeluhkan panas dan macetnya Bekasi, tapi percayalah bahwa Bekasi itu punya seribu pesona untuk dicintai,menjelajah Bekasi yuk,lagi pula tempatnya nggak jauh kok dari Ibu kota. Di tunggu ya di Museum Digital Gedung Juang 45 Tambun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed