oleh

Kabut Pagi

-Karena Menulis Aku Ada (KMAA), Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 302 Orang

Kabut Pagi
Tung Widut

 

Mentari masih di peraduan
Kabuteraja menari di awang-awang
Memburamkan alam dengan kekuatan dahsyatnya
Dingin membelai
Merayu memeluk penikmat keindahan sejati

Menyamarkan lampu jalan yang masih menyala
Membatasi pandangan para pengendara
Hanya dia yang mampu menebus menyisihkan
Dengan lampu yang hampir kalah

Kabut pagi
Turun perlahan membasahi setiap helai daun
Menjadi tempak gelap mengkilat
Dengan sanjungan yang mempesona

Kabut pagi
Terurai oleh kepul segelas kopi
Dari warung sederhana pinggir jalan
Yang berani menjedekan cerita
Tentang kabut sebelum sirna
#14122022

Komentar

Tinggalkan Balasan