oleh

Kabut Pagi

-Karena Menulis Aku Ada (KMAA), Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 17 Orang

Kabut Pagi
Tung Widut

 

Mentari masih di peraduan
Kabuteraja menari di awang-awang
Memburamkan alam dengan kekuatan dahsyatnya
Dingin membelai
Merayu memeluk penikmat keindahan sejati

Menyamarkan lampu jalan yang masih menyala
Membatasi pandangan para pengendara
Hanya dia yang mampu menebus menyisihkan
Dengan lampu yang hampir kalah

Kabut pagi
Turun perlahan membasahi setiap helai daun
Menjadi tempak gelap mengkilat
Dengan sanjungan yang mempesona

Kabut pagi
Terurai oleh kepul segelas kopi
Dari warung sederhana pinggir jalan
Yang berani menjedekan cerita
Tentang kabut sebelum sirna
#14122022

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed