oleh

BULAN BERSANDING AWAN

-Puisi-Telah Dibaca : 136 Orang

BULAN BERSANDING AWAN

Tung Widut

 

Sejak awal tahun menanti

Rindu cahaya redup syahdu dalam hati

Memandang penuh arti

Dari masa yang dulu pernah terlalpaui

 

Bulantan dengan sinar remang datang

Siluet pepohonan menari seiring tiupan angin

Semilir merasuk dalam sanubari

Hati puas penantian usai

 

Cahaya bercerita

Tentang munculnya dari peraduan sebulan

Berdiam menunggu saat kemunculan

Menyimpan sinar  dengan nyayian diam

 

Katakana sekarang dengan ucapan mendesah

Ubah rindu sampai benar puas

Katakan sampai batas waktu akan habis

Sinar akan kembali tersimpan

 

Awan yang menjadi saksi pun terseyum

Rindu telah terungkap bersama awan malam

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed