oleh

Biduk Yang Menepi

-Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 245 Orang

Biduk Yang Menepi
Tung Widut

 

  1. Norma sudahlah ada
    Tak tertulis dalam nafas kehidupan ini
    Tertoreh memadu dalam jiwa kehidupan alam
    Berjalan dalam setiap langkah dan pikiran

Sakit hati kesetiaan terkikis
Rasa perih kesetiaan ternoda kedustaan
Kata tak memayungi rasa terluka
Menghujam tuduhan menuju jantung yang berdetak semakin lambat

Badai menghatam biduk terambing
Ditengah laut lepas jauh tepi
Tak ada layar untuk meraih
Hanya gelombang laut tempat berharap

Perahu kini benar becerai
Mengapung seirama alun gelombang
Menepi menuju pantai
Disambut lembut mesra setiap serpihan
Pasirpun merayu agar tak kembali ke tengah laut
Merengkuh dengan janji kebahagiaan

Terlena
Suka
Bahagia
Bercerita antara batu karang yang menyapa
Bangga ada pasir mengkilap yang setiap saat menantinya

 

 

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed