oleh

Rindu Kakak

-Cerpen, YPTD-Telah Dibaca : 25 Orang

Rindu Kakak
Tung Widut

Lima bulan sudah kak Jontor kerasan di kos tempat kuliah. Sebenarnya ya dipaksa kerasan. Corona yang membatasi hilir mudik bepergian. Hingga kak Jontor bertahan sampai ramadhan tiba.

Kabar kepulangan kak Jontorpun telah di ketahui adiknya. Shakila yang berumur lima tahun. Terlalu rindu. Itu yang dirasakan sang adik. Mulai dari menyiapkan surprais sampai menyimpan beberapa cerita yang nanti akan di pamerkan kepada sang kakak sudah disiapkan.
Beberapa jam sempat kecewa atas penundaan kepulangan karena sepeda motornya tusak. Tapi karena regekan sang adik kak Jontorpun semangat. Memperbaiki sepeda motor lalu cus berangka pulang dari kota Gudeg.
Panas terik pun tertutup semangat. Jalanan antar kota antar propinsi dijelajahi. Wonogiri pos pertama untuk meninggalakan jejak lewat pesan Wa. Selanjutnya gas lagi sampai Ponorogo. Di kota reog berjunag sebentar untu berbuka puasa. Dahaga telah lewat. Lapar telah kumat. Semua disingkirkan dengan tekat.
Sang adikpun selalu bertanya kepada sang ibu.
“Kakak pulangnya kapan ya bu.”
“Nanti malam,” jawb sang ibu.
“Kalau suda buka ya bu,” tanyanya lagi.
“Kalau bapak sudah tarawih,” kata ibu.
“Kalau gitu bapak setelah jamaah magrib langsung suruh taraweh saja.”🤭🤔🤔🤔🤔

Tentang Penulis: Widut

Widut
Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed