oleh

Bara di Tungku Harapan

-Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 188 Orang

Bara di Tungku Harapan
Tung Widut

Malam hitam di terjang
Pagi dingin dihilang
Terik menjadi kawan
Senja menjadi teman

Merah rona panas membara
Asap membumbung membuat lukisan
Mengikis kabut yang memenuhi alam
Siap membakar pendatang yang enggan menyala

Sapa hangat dari peraduan
Menyiapkan makan sepagi yang diharapkan
Enyah ragu yang berpura-pura pilu
Bersama tiup arang menjadi abu

Bara tak kunjung diam
Menampakkan kekuasaan kala angin semilir menerpa
Sisa hitam yang ditinggalkan
Sebagai tanda bara telah padam

Kenyangkan makanan dri atasnya
Kenikmatan tak terabaikan

Bara telah mengubahnya
Yang tak ada menjadi sebuah nikmat

#10082021

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed