oleh

Hujan Rindu

-Karena Menulis Aku Ada (KMAA), Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 29 Orang

Hujan  Rindu
Tung Widut

Hari temaram terhalang mendung
Rintik mulai datang  besama angin
Perlahan tapi pasti
Membasahi rerumputan yang menyabut senja

Detik demi deti semakin deras
Curahan menggenang pada tanah bergelombang
Tak mampu meresap hilang ke arah dalam

Gemulai  air jatuh di teras rumah
Mengekang rindu yang semakin menebal
Tak mampu lagi menahan keinginan
Untuk sekedar berjumpa di malam basah

Kehangatan yang terngiang
Kepul harum secangkir kopi
Asap membumbung membawa angan
Menjulang pada surga yang belum tentu nyata

Malam semakin larut
Rindu tak mampu surut
Biarkan hujan malam menjadi saksi
Siksaan rindu membelenggu hati

#15092021

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed