oleh

Jejak Hujan

-Karena Menulis Aku Ada (KMAA), Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 49 Orang

Jejak Hujan
Tung Widut

Mata mulai menggeliat
Perlahan lerlihat tersenyum
Alam menyapa
Selamat pagi katanya

Hawa sejuk  terasa  bersama terbukanya cendela kamar
Terlihat tanah menghitam basah
Rata alam bekas aliran semalam

Dedaunan tertunduk
Ujung terdapat intan yang siap menetes
Basah di permukaan
Menghijau warna jernih berserat

Semalam hujan ternyata
Mimpi telah melenyapkan rasa
Membutakan mata
Menghalangi telinga

Lambaian cerita yang bertaut dalam bersama
Menoreh cerita tanpa warna
Itulah mimpi yang sanggup meleyapkan segalanya

Tinggal cerita yang tersisa
Hujanpun tinggal  jejak yang terbaca

#24112021yptdgurusiana

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed