oleh

Angin Siang

-Terbaru-Telah Dibaca : 76 Orang

Angin Siang
Tung Widut

Hebusan angin semilir
Hembusan nafas membendung
Rasa dalam

Angin yang menjadi saksi
Saat kau menyatakan tak memilihku lagi
Dia saat itu disampingmu
Merayu memanja di depan mata

Angin siang menjadi amarah
Mengunci daya kekuatan
Bibir terkatup tak mampu lagi
Menyebut namamu

 

Komentar

Tinggalkan Balasan