oleh

Gagal menulis opini di kompas eh malah ditulis di koran kompas

-Terbaru-Telah Dibaca : 750 Orang

Menulislah untuk dicheklist

Dulu saya paling suka menulis bila ada yang checklist. Sekarang sudah tidak lagi. Sebab menulis sudah menjadi sebuah kebutuhan.

Kalau sehari belum menulis, rasanya ada yang kurang. Itulah mengapa saya selalu menulis setiap hari. Dibayar atau tidak dibayar saya akan terus menulis.

Untuk bisa menulis setiap hari saya harus banyak membaca tulisan orang lain. Dengan banyak membaca tulisan orang lain itulah saya jadi tahu kelemahan tulisan yang dibuat. Saya akhirnya berlatih menulis setiap hari.

Kepala sekolah meminta saya menulis dengan referensi seperti tulisan di opini koran kompas. Supaya lebih terlihat intektualnya. Di sana ada bahan bacaan yang disisipkan penulisnya. Tak mudah bisa masuk kolom opini seperti kompas.

Sudah beberapa kali tulisan saya gagal tayang dan dikembalikan dewan redaksi. Tapi saya tak putus asa. Terus mencoba sampai akhirnya bukan tulisan saya yang dimuat kompas. Tapi justru kegiatan saya yang dimuat di koran kompas dalam rubrik sosok.

Keinginan untuk menulis di kolom opini kompas sampai saat ini terus berlanjut. Sambil terus belajar menulis opini yang baik. Mohon doanya dapat terwujud.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

4 komentar