oleh

Thamrin Dahlan yang Rendah Hati

-Sosbud-Telah Dibaca : 104 Orang

 

Pak Haji Thamrin Dahlan yang rendah hati. Pertemuan pertama kami ketika ada acara kompasiana. Beliau adalah penulis kompasiana yang paling aktif. Setiap hari beliau menulis di kompasiana. Anda bisa membaca tulisannya di sini.

Sosokmya yang ramah dan bersahaja membuat orang lain dengan senang hati berkenalan dengannya. Cepat akrab orangnya dan seolah kita sudah berteman lama. Padahal kita baru jumpa.

Dari tulisan beliau di blog kompasiana, saya membaca kisah beliau setiap hari. Purnawirawan Komisaris Besar polisi ini tidak pernah kehilangan ide dalam menulis. Lihat dan baca saja kisah tukang krupuk yang dituliskannya di kompasiana. Anda bisa membacanya di sana.

tukang krupuk langganan pak TD

Suatu hari beliau meminta saya menjadi pembicara untuk buku terbaru beliau. Judul bukunya Bukan Orang Terkenal. Saya sempat menciut nyalinya dan sekaligus merasa tersanjung sebab yang hadir adalah orang-orang ternama di ibu kota. Mereka adalah orang-orang pinter, sementara yang jadi pembicara hanya seorang guru SMP saja, hehehe.

Saat itu saya sempat berkenalan dengan seorang pensiunan polisi. Usianya sudah lebih dari 81 tahun. Namun beliau masih terlihat gagah dan sehat. Namanya pak Mussawir. Beliau adalah Kakak pak Haji Thamrin Dahlan.

Saya sempat menuliskannya di kompasiana. Rahasia umur panjang pak Mus. Nanti kalau sempat saya cari lagi di google. Tulisan saya itu sudah dibaca ribuan orang. Alhamdulillah sudah ketemu link tulisannya.

Pak Mus bercerita bahwa rahasia umur panjangnya ada tiga, yaitu makanan, olahraga, dan pikiran.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Rahasia Umur Panjang Pak Mus”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/551225538133115754bc5fb2/rahasia-umur-panjang-pak-mus?page=all#section2

Silahkan anda baca di sini.

Pertemuan saya dengan pak Haji Thamrin Dahlan semakin sering melalui dunia maya. Motto beliau yang selalu saya ingat adalah pena kawan, pena saran dan pena sehat.

Semoga benar saya menulisnya. Maklumlah saya menulis meminjam hp istri. Jadi wajar kalau banyak salah kata. Tapi tak saya biarkan ingatan ini meronta-ronta untuk menuliskannya. Daripada disimpan di kepala dan berakhir lupa. Lebih baik saya tuliskan saja apa adanya.

Usia 70 tahun adalah usia yang sangat matang pengalaman. Bergurulah kepada pak haji thamrin dahlan. Saya lama menjadi muridnya dalam bidang menulis. Beliau tetap komitmen dan konsisten dalam menulis. Kalau ada julukan si raja pantun, beliaulah orangnya.

Saya banyak belajar dari beliau. Diam-diam saya mengagumi beliau dan mendapatkan sosok seorang ayah yang bijaksana. Hanya memberi tak harap kembali. Beliau banyak membantu kawan-kawan guru di PGRI untuk menerbitkan bukunya.

Beliau seorang sosok ayah literasi yang berjalan ditengah-tengah lintas generasi. Usia kami beda 20 tahun. Tapi penampilan kami tak jauh beda. Maklumlah saya termasuk orang yang bermutu. Bermuka tua, hahaha.

Biarkan saya mengantar ayah thamrin dahlan menuju usianya yang ketujuh puluh. Sebuah usia yang tidak banyak orang mengalaminya. Kawan-kawan mengajar saya sudah banyak yang meninggal di usia 50 tahun. Bersyukurlah kita bila diberi usia panjang.

Kematian pasti akan datang menjemput siapa saja. Setiap makhluk yang bernyawa akan mengalami kematian. Sekarang saatnya untuk menulis sebab menulis akan memperpanjang usia. Bila kita mati, akan ada pesan yang disampaikan ke anak cucu. Oleh karena itu menulislah buku sebelum ajal menjemputmu.

Pak haji thamrin dahlan sudah mempersiapkan untuk itu. Kawan-kawan yang ingin menerbitkan bukunya dapat menerbitkan bukunya gratis tanpa biaya. Saya sudah pernah merasakannya. Buku buku saya lahir dan diterbitkan yayasan pusaka thamrin dahlan dan ber isbn. Isi bukunya dapat anda baca di sana.

YPTD lahir membantu semua orang yang ingin mendapatkan mahkotanya. Namun, YPTD juga harus bertahan dan membuka donasi seikhlasnya. Lebih baik donasinya banyak tapi ikhlas, daripada donasinya sedikit tapi tidak ikhlas. Saya belajar keikhlasan dari ayah Thamrin Dahlan.

Beliau banyak menginspirasi kaum muda untuk tampil. Website https://terbitkanbukugratis.id adalah sebuah karya anak muda yang luar biasa. Pasti anda sudah tahu namanya. Hal yang pasti bukan Wijaya Kusumah namanya. Hehehe.

Usia bukan menjadi penghalang untuk tetap berkarya. Puluhan buku telah beliau terbitkan. Isinya lebih banyak tentang motivasi kehidupan. Siapa yang rajin membacanya akan menemukan ajian serat jiwa tingkat 10. Beliau lebih hebat dari pangeran dan raja Brama Kumbara. Selalu menebar kebaikan untuk sesama.

Kalau ada sosok yang menginspirasi, maka pak haji Thamrin Dahlan adalah orangnya. Setiap hari beliau menulis dari apa yang dilihat dan dilakukannya. Beliau memiliki mantra yang sama dengan Omjay. Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi.

Selamat ulang tahun pak haji Thamrin Dahlan yang ke-70. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Teruslah membimbing kami yang muda dalam berliterasi dan mendapatkan mahkotanya.

Tulisan ini adalah tulisan pendahuluan dari omjay guru blogger Indonesia. Nanti akan disambung lagi. Saatnya kita mengaji untuk membaca pesan ilahi robbi.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

6 komentar

  1. Hanya memberi tak harap kembali mungkin prinsip ini yg harus kita ambil dari beliau (Pak Thamrin Dahlan) yang walaupun sdh sepuh namun selalu semangat jika melakukan aktifitas yang berkautan dengan literasi. Smg selalu bugar dan tetap berkarya dengan yayasan YPTDnya dan untuk Om Jay tetaplah menginspirasi utk negeri dengan gerakan literasi.

  2. Yes Om Jay Pak Thamrin seperti layaknya seorang bapak yang senantiasa sabar dan rendah hati juga ikhlas membantu bapak ibu guru dalam berkarya,sukses dan sehat selalu Pak Thamrin, Tuhan berkati