oleh

Ayo Temukan Gaya Menulismu!

-Terbaru-Telah Dibaca : 115 Orang

Ayo Temukan Gaya Menulismu

Dalam belajar menulis tidak mungkin langsung lancar seperti pakar. Pokoknya menulis saja dulu dan edit kemudian. Dalam blog ada fasilitas edit. Kita bisa edit tulisan kita yang sudah diposting. Apalagi bila kelak diniatkan menjadi buku bermutu. Jadi harus sering-sering ditengok. Supaya blog kita tidak penuh sarang laba-laba.

Kita jangan seperti orang yang habis buang air besar atau BAB. Mereka melupakan apa yang sudah dibuangnya di kamar mandi. Tulisan kita bukanlah kotoran manusia yang dengan mudah dilupakan bahkan terlupakan.

Seorang blogger yang aktif, pasti akan terus mengelola blognya dengan baik. Sebab blog adalah alat rekam yang ajaib. Berlatihlah menulis di blog dan belajarlah kepada pakarnya.

Mulailah menulis dari apa yang kita sukai dan kuasai. Membuat resume adalah cara saya mengikat ilmu yang didapat. Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya.

Kebenaran hanya milik Allah. Kesalahan adalah milik manusia. Temukan gaya menulis kita. Seperti Raditya Dika yang menulis dengan gayanya. Atau seperti Andrea Hirata dengan Laskar pelangi yang memikat hati.

Ayo terus menulis. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai dan dibaca kembali penulisnya. Biarkan pembaca menilainya. Seperti gula yang dikerubuti semut. Biarkan tulisanmu menemui tempat di hati pembaca.

Dalam menulis ada ilmunya. Itulah mengapa kami mendatangkan banyak narasumber. Kita belajar dari kesuksesan mereka. Tak terasa sudah masuk di gelombang 19 dan 20. Belajar menulis PGRI selalu penuh wa groupnya.

Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi bila dia tak menulis, dia akan ditinggalkan masyarakat berpengetahuan. Manusia pasti akan mati. Tapi tulisannya akan abadi di hati kami.

Banyak orang senang cerita fiksi. Tapi ada juga yang non fiksi. Bisa jadi suka keduanya. Tulisan yang informatif dan menambah wawasan tentu saja banyak dicari orang. Apalagi menggugah semangat untuk berprestasi. Bahkan menulis bisa dijadikan sarana untuk menghibur diri. Seperti kepala sekolah yang kentut, dan dijawab guru-gurunya dengan berbagai versi kentut.

Sebuah kata menjadi bermakna, ketika dirangkai menjadi sebuah kalimat yang menarik hati pembaca. Itulah mengapa kita perlu belajar menulis. Supaya kita bisa eksis dan narsis dalam berekspresi di dunia digital. Jarimu adalah prestasimu. Jarimu adalah harimaumu.

Tinggalkan jejak digital yang baik dengan bijak berinternet. Etika digital selalu kita jaga. Keterampilan digital terus kita latih. Budaya digital perlu kita pelajari agar aman dan nyaman dalam dunia digital yang tak pernah sepi.

Temukan manfaat menulis di blog. Saya temukan manfaatnya setelah puluhan tahun asyik menulis di blog. Unggah audio, foto dan video sehingga tampilan blog bisa menjadi lebih menarik pengunjung blog. Itu namanya pernak pernik blog. Belajarlah pada pak Brian, ibu Rita dan Mr. Bams. Merekalah blogger yang paham pernak pernik itu. Saya belajar kepada mereka.

Kalau anda suka puisi. Belajarlah kepada Bu Kanjeng dengan puisi teleletnya. Saya sendiri suka puisi tulalit, karena buat saya puisi itu indah. Seperti syair lagu Bimbo dan Chrisye yang terkenal sepanjang masa.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com
Menulislah Setiap Hari dan buktikan Apa yang Terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed